Manusia Adalah Budak Uang

Zulfadli Jep
Karya Zulfadli Jep Kategori Renungan
dipublikasikan 13 Februari 2016
Manusia Adalah Budak Uang

Masih sangat banyak manusia yang kehilangan moral, sebagai manusia yang memanusiakan manusia atas manusia lainnya, karena tingkah-lakunya, mungkin hal yang paling sulit adalah menahan nafsu demi kebutuhan fisik, dan hilang esensi manusia yang seharusnya ia lakoni sebagai manusia, atau prinsip hidup dalam lingkungan sosial. Untuk apa menimbun banyak mimpi, sementara mimpi-mimpi itu adalah hasil dari jeri payah sikut-menyikut atas hasil orang lain.

Lihat realitas social yang ada, mana ada manusia yang tak mau dengan uang, pertanyaanya apakah mampu manusia bermaanfaat atas keberadaanya. Apakah mampu manusia bertanggung jawab atas segalanya. Uang hanya sekedar uang. Saya pikir semua manusia sepakat kalau uang bisa merendahkan harga diri dikalangan social. Berlakulah yang sebaliknya bukan itu akan lebih indah, bahkan kebahagiaan ketika hanya dapat sedikit tapi di syukuri itu sangat bermaanfaat. Atau paling tidak mampu memenejemen suatu permasalahan keluarga, teman, lingkungan sosial, atas terwujudnya keperluan, itu akan lebih baik, dan kenapa harus mempersulit keadaan. Demi meninggikan derajat social pribadi.

Bagaimana dengan efek yang akan di timbulakan ketika dibayar untuk melakukan kejahatan dalam masyarakat. Bukankah ini akan lebih mengerikan? Kadang-kadang manusia atas individu sendiri yang menipu dirinya sendiri, dan itu hanya membuat banyak manusia yang di dominasi oleh keinginan akan yang berbau materialis. Pertanyaan saya kenapa kita mau diperbudak oleh uang. Harusnya manusia punya esensi atas hidup demi suatu kehidupan baru. Ingat bahwa disetiap gerak kita banyak pasang mata yang mengamatinya.

Berlakulah adil terhadap diri sendiri, agar benar-benar sadar, benar-benar hadir utuh dari setiap langkah demi suatu keputusan. Bukankah harga diri manusia lebih berharga dari selembar kertas, yang pada dasarnya manusia itu sendiri yang ciptakan. Lantas dimana harga diri itu? Setiap manusia kadang jadi hakim atas ego yang sulit untuk dimusnahkan. Manusia itu bukan hakim tapi kadang kadang diri kitalah yang menghakimi pikirin kita sendiri.

 

  • view 228