Pesan Angin Untuk Buku Yang Kusam

Zulfadli Jep
Karya Zulfadli Jep Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 04 Agustus 2016
Pesan Angin Untuk Buku Yang Kusam

Tahu tidak hidup di negeri pelangi yang ditaburi dengan wewangian, penuh puja puji damai, bau alami tanah sehabis hujan, panorama indahnya gunung, angin dingin yang menerpa wajah, langit mendung dan orang orang bijaksana tanpa adanya keserakahan, saya tidak hidup dalam lintasan awan seperti sebuah cerita rakyat yang menyajikan segala kesejukan, solidaritas, persahabatan abadi, saya tidaklah berada dalam surga itu, saya tahu, saya tidak hidup di sana, saya utuh, sadar penuh didalam diri saya sendiri.

Sementara di luar sana penuh dengan kerinduan yang mungkin saja berujung pada telunjuk yang akan memberi perintah, sesekali mereka merangkul dalam cinta kasih yang kelam, karena kita sudah terjebak lebih dahulu dengan apa yang telah kita impi-impikan. Selama hidup sebuah ketakutan akan kesederhanaan yang akan merenggut pada kematian. Kematian hati, kematian imajinasi bahkan pikiranpun akan ikut bersama kematian.

Karena pikiranku saat ini hanya tentang sebuah cangkir kopi, yang nantinya akan ku sugukan kepada orang orang yang akan berkunjung. Tak lupa pula kusediakan buku untuk membenahi hati dan pikiran mereka. Aku hanya ibarat pencuri buku di sebuah perpustakaan kampus yang jarang dikunjungi orang orang sinting.

Apakah saya harus mengikuti gelombang yang sudah pasti akan menepi di pesisir pantai dengan suara merdu mengopakan sayap sekaligus lenyap. Bukankah kita adalah orang-orang bebas yang menginginkan kebahagiaan, kegembiraan, juga ketenangan yang akan membawah kita dalam menghayati kehidupan.

 

  • view 186