Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 6 Januari 2018   17:17 WIB
Melepaskan

“Aku benci dia Re, aku ga akan pernah bisa memaafkannya” ucapku pada suatu hari, membuat sahabatku Rena menyunggingkan senyum.

“Kenapa?”

“Karena dia telah menyakiti orang tuaku Re, aku masih bisa memaafkan orang yang menyakitiku, tapi menyakiti orang tuaku Re, ga akan pernah aku terima!”

Rena menghela nafas sejenak, lalu berbisik lembut,

“Selalu ada pilihan terbaik dalam hidup ini Li, sebagai orang yang dizalimi kamu berhak membalas semua yang sudah orang itu lakukan terhadapmu, dengan membalasnya kamu akan tetap menjadi orang baik.

Tapi itu bukanlah pilihan terbaik Li, ketika disakiti orang lain dan kita memutuskan untuk mengikhlaskannya, itulah sebaik-baiknya pilihan, kamu akan menjadi orang yang kuat. “

Perlahan aku melihat matanya, memohon pembenaran atas perasaanku, namun jelas sekali Ia menyampaikan sebuah kebenaran yang sejatinya lebih kubutuhkan,

Air mataku mulai menetes..

“Tapi kenapa sulit sekali Re, hatiku sakit...”

“Li, semua hal yang terjadi dalam hidup kita ga akan pernah mengubah nilai diri kita sampai kapanpun, sekencang dan sehancur apapun perasaanmu mereka buat, ga akan merubah sedikitpun kebaikan yang ada dalam diri kamu.”

Hening. Air mataku masih saja menetes,

“Maafkanlah dia, lepaskanlah semuanya untuk dirimu sendiri, beban ini terlalu berat untuk kamu tanggung seumur hidupmu Li”

Rena benar, membawa semua kebencian ini hanya akan membuat hatiku semakin mati. Kubiarkan angin menerpa jilbabku yang mulai basah, kuikhlaskan kebencianku meluap saat ini, hanya saat ini.

Karya : Zulfa Yulia