Menjawab 2 Mitos Orang Awam soal Main Saham

Zulbiadi Latief
Karya Zulbiadi Latief Kategori Ekonomi
dipublikasikan 28 April 2018
Menjawab 2 Mitos Orang Awam soal Main Saham

Salam buat semua sahabat setia Inspirasi.co! Kali ini saya Zulbiadi Latief ingin menjawab banyak mitos yang beredar di tengah masyarakat seputar saham.

Banyak yang bilang kalau main saham itu haram, bukan begitu? Ya, ada banyak sekali orang yang berkata demikian, bahkan penulis sendiri sebelum betul-betul terjun di dunia pasar modal ini dan hingga kini menjadi analis saham syariah independen juga berpikiran saham.

Pokok masalanya sebenarnya terletak pada pola pikir dari masing-masing orang dan pola pikir tersebut lebih cenderung dikarenakan oleh lingkungan dan kurangnya pengetahuan soal apa itu saham dan bagaimana proses transaksinya.

Sebelum membahas lebih jauh bagaiman sistem investasi saham yang sebenarnya, maka saya mau sedikit membahas apa dan bagaimana sistem kerjasama bisnis dalam Islam.

Dalam hukum ekonomi Islam ada yang disebut musyarakah dan mudharabah. Sederhananya, kalau musyarakah kerjasama antara pemilik modal dan pemilik usaha dimana pemilik modal juga ikut mengelola usahanya. Adapun Mudharabah maka si pemilik modal sama sekali tidak terjun langsung dalam bisnis dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemilik usaha untuk dikelola dananya.

Nah, bagaimana dengan saham? Ya, dalam saham kurang lebih sama dengan sistem Mudharabah di atas dimana si pemilik modal menyerahkan sepenuhnya modalnya kepada si pemilik usaha untuk dikelola dan dikembangkan. Adapun hasilnya, nantinya si pemilik modal akan mendapat dua keuntungan, yaitu dividend an capital gain.

Mengenai dividen, si pemilik dana akan mendapatkan bagiannya sekali setahun, kecuali dari perusahaan memutuskan untuk membaginya dua kali agar tidak berdampak pada penurunan harga sahamnya. Sedangkan capital gain, si pemilik modal bisa mendapatkannya kapan saja, selama harga saham yang dibeli pertama kali sudah naik dan sudah lebih tinggi dari trading feenya. Kalau menurut hemat saya, minimal untung 3% baru sebaiknya dijual karena total biaya tradingnya bisa mencapai 0,5% tergantung di perusahaan sekuritas mana Anda membuka akun investasi saham tersebut.

Kalau saya katakana bahwa dividen didapat setelah setahun, sebenarnya dalam prakteknya tidak seperti itu juga, karen saya sudah pernah menulis di blog saya juga soal belajar cara bermain saham online dengan modal kecil, bahwa dividen bisa didapat dalam hitungan menit saja.

Caranya bagaimana dapat dividen secepat itu? Ya, cukup beli sahamnya pada hari CUM DATE nya atau hari penentuan siapa saja yang masih memegang saham tertentu dan berhak mendapat diven.

Hanya butuh waktu sehari saja menahan sahamnya, besoknya, di hari EX CUM DATE investor bisa menjual lagi sahamnya kalau mau dan dia bisa tetap tercatat sebagai orang yang berhak mendapat dividen.

Dan menjawab pertanyaan, apakah investasi saham halal atau haram? Maka saya akan menjelaskan sedikit alurnya.
Jadi, alurnya begini, perusahaan yang butuh dana untuk pengembangan bisnisnya akan melakukan penawaran sahamnya di BEI dengan berbagai ketentuan yang telah ditetapkan oleh BEI tersebut. Jumlah saham yang dilepas ke public bisa 80% atau lebih rendah dari total dana disetor persero.

Selanjutnya, jika disetujui, maka akan dilakukan IPO atau Penawaran Umum Perdana ke public. Dan bagi publik yang ingin membeli sahamnya boleh dengan ikut pada penawaran tersebut atau membelinya di pasar regular jika nantinya ada investor yang mau menjual sahamnya, kenyataanya memang banyak orang yang beli saat IPO dan beberapa hari setelahnya langsung dijual.

Selanjutnya, oleh perusahaan, dana yang didapat akan digunakan untuk pengembangan usaha, apakah itu dengan membangun pabrik baru, menambah kapasitas produksi atau yang lainnya, termasuk membayar utang jangka panjangnya.

Nah, jika anda membeli sahamnya baik itu pada saat IPO atau di pasar regular, maka sama saja Anda melakukan investasi ke perusahaan tersebut yang selanjutnya dananya diputar lagi untuk bisnis. Jadi ini kurang lebih sama dengan sistem Mudharabah di atas.

Terus kalau ada yang bilang, kan tidak semua perusahaan halal bisnisnya? Ya, betul sekali. Makanya dalam akun investasi saham dikenal dua jenis, yaitu akun saham syariah dan konvensional. Kembali lagi pada Anda apakah mau pakai yang syariah dan belinya saham syariah saja atau mau yang konvensional yang belinya bisa pakai utang dengan sistem bunga yang notabene itu riba. So, semua terserah investor.

Intinya, saham itu bisa halal dan bisa juga haram, tergantung jenis saham yang anda beli dan bagaimana cara membelinya, apakah utang dengan bunga atau tidak ataukah belinya dengan kontan.

Beli kontan juga kalau belinya saham dri perusahaan yang menjalankan prinsip riba seperti bank konvensional maka tetap saja, menurut hemat penulis, Anda membeli saham yang haram atau tidak syariah.

Sampai disini sudah paham kan? Kalau sudah kita lanjutnya ke pertanyaan selanjutnya.

Terus, bagaimana dengan modal investasi saham, apakah butuh modal besar atau tidak?

Jawabannya, Tidak sama sekali.

Modalnya bahkan bisa dengan duai Rp5.000 perak saja sudah bisa dapat saham sebanyak 1 lot (per lot 100 lembar.
Kenapa bisa begitu? Ya, karena saat ini di bursa saham, saham yang paling kecil harganya adalah minimal Rp50 (lima puluh rupiah). Jadi kalau misalnya Anda mau beli 1 lot saja, anggap saja saham PT Darma Henwa milik Bakri Group yang seharga Rp50 saat ini dengan kode saham DEWA, maka dana yang anda butuhkan betul hanya Rp5.000 saja. Tapi belum termasuk biaya trading, kalau di mandiri sekuritas ada fee minimal Rp5000, jadi anggap saja modalnya minimal 10.000 sudah bisa beli saham.

Tapi itu kalau kamu belinya lewat perusahaan sekuritas yang tidak menyaratkan deposit awal. Kalau di Mandiri Sekuritas minimal deposit 2 juta, tapi di IndoPremier atau IPOT katanya tidak ada syarat seperti itu. Pokoknya buka akun sudah bisa langsung transaksi yang penting sudah deposit seharga saham yang mau dibeli.

Sampai di sini saya sudah menjawab dua mitos di atas bahwa saham itu tidak haram dan modal investasi saham tidak besar, tapi minimal dana 10ribu saja sudah bisa beli saham.

Demikian artikel saya soal Mitos Orang Awam soal Main Saham. Bila ada pertanyaan silahkan bertanya via blog saya Analis.co.id – Selamat belajar!

  • view 21