°I just wanted to say, sorry °

Zohra Bilondatu
Karya Zohra Bilondatu Kategori Renungan
dipublikasikan 06 November 2017
°I just wanted to say, sorry °

°I just wanted to say, sorry °
 
Kepada kamu yang tak ku ketahui namanya...
maafkan saya. 
Semoga keadaanmu baik-baik saja. 
 
Kepada dia yang telah membuatmu tadi terjatuh ke genangan air kotor, semoga Tuhan mengampuninya karena telah lari dari tanggung jawab
 
Kepada kalian yang tadi hanya melihat, semoga tidak ada satu pun keluarga kalian yang mengalami. 
 
Miris dan sakit rasanya, disaat ada yang terkena musibah dijalanan, orang-orang tidak ada yang mau menolong. Bila faktor hujan deras menjadi penyebab, dimanakah hati nurani kalian ? Air ji yang jatuh, bukan ji batu. Kenapa kayak takut sekali basah . 
 
Dia terjatuh seorang diri, digenangan air setinggi nyaris betis. Menahan perih dan berharap ada yang bantu. Namun tak ada yang membantu. Sempat saya teriak meminta tolong, namun tak ada yang mau membantunya. 
 
Dia pun Lalu berusaha bangkit sendiri ditengah sakit badannya habis terjatuh, terlihat nyata dia kesakitan :'(
 
Kepada kamu yang tadi terjatuh didepan mataku, maafkan saya yang hanya bisa berteriak memanggil pertolongan. 
 
Maafkan saya yang betul-betul tidak bisa turun dari motor dikarenakan barang bawaan didepan dan ada ibu saya dibelakang lagi kedinginan juga memegang barang bawaannya dari sekolah. 
 
Melalui kejadian tadi sore,
izinkan saya menyampaikan sesuatu dan semoga ini menjadi bahan perenungan kita bersama.
 
Sekarang... coba tanyakan kepada diri, masihkah kita memiliki hati nurani saat berkendara dijalanan? Ataukah kita masuk golongan orang-orang egois dan arogan yang hanya memperdulikan diri dan urusan masing-masing sehingga mengabaikan traffic light dan pengedara lainnya? 
 
Yang pakai mobil tidak menghargai yang pakai motor. Yang pakai motor tidak menghargai pejalan kaki. Begitu saja terus sampai banyak kecelakaan.

Penyebab kecelakaan bukan hanya karena kurangnya kehati-hatian tapi satu penyebab terbesarnya adalah kita ini BUTA SOAL LALU LINTAS. Atau bukan BUTA yah. Tapi Masa Bodoh mungkin.
 
Disaat traffic light merah, malah jalan. Seakan jalanan itu milik nenek moyang kita. 
 
Astaghfirullah.... mau jeki semua mati kasihan. Berbuat ki yang baik-baik bukan hanya kepada yang dikenal. Yang tidak dikenal juga. Hargai siapapun itu, Apakah dia jalan kaki, naik motor, atau naik mobil. Sama-sama kita saling menjaga dan melindungi meski pertemuan hanya lintas dipandang. 
 
In syaa Allah berkurang itu kecelakaan dan menurun angka kematian dijalan raya bila kita sama-sama mau saling belajar soal tata tertib saat berlalu lintas. 
 
Saya belum tentu tahu soal aturan, bisa jadi saya lah orang terbodoh saat berlalu lintas. Namun saya hanya ingin mengajak siapapun yang membaca ini agar mau lebih memakai nuraninya kepada orang lain. 
 
Semoga kejadian tadi menjadi kejadian terakhir yang saya lihat. Aamiin
 
Banyak-banyak ki merenung. Tujuan hidup kita ini sebenarnya apa sih? Jangan sampai menjadi lupa diri bahwa nanti kita akan kembali ke tanah. 
 
_SELAMAT MERENUNG_

Zohra Bilondatu

  • view 74