Bonds of Love Eps .1

Yasashii Kuro
Karya Yasashii Kuro Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 11 September 2016
Bonds of Love Eps .1

 "Jangan pergi, jangan pergi, jangan pergi, .....!" Aku terbangun dari tidur dengan berteriak. Hari ini mimpi itu terjadi lagi, mimpi dimana seorang yang mungkin aku cintai meninggalkanku. Aku tidak tahu alasan kenapa dia meninggalkan aku dalam mimpi tersebut. Walau diriku selalu mencoba mencari jawabannya, pada akhirnya yang ku temukan tak hubungannya dengan alasan kenapa dia meninggalkanku. Meskipun di dalam mimpi itu diriku tak mengetahui nama wanita itu, tetapi ada perasaan yang kuat bahwa aku mengenal dia.

Namaku adalah Yasashii Kuro. Tinggal sendiri dikontrakan / kos tanpa di temanani orang tua karena orang tuaku sudah meninggal dalam kecelakaan 5 tahun lalu. Tinggi badanku sekitar 170 cm dengan berat badan 60 kg. Lahir dari kalangan biasa diriku mempunyai wajah yang biasa saja dengan rambut panjang sebahu dan warna kulit sama seperti kebanyakan orang di Jepang.

Bangun dari tempat tidur langsung saja mandi dan segera menyiapkan sarapan untuk diriku sendiri sebelum berangkat sekolah. Selesai sarapan aku memberi salam kepada Ibu kontrakan dan segera berangkat dengan berjalan kaki karna jarak sekolahanku dengan kontrakan lumayan dekat sekitar 4 Km. SMA Hiraishi merupakan satu-satunya SMA di sekitar wilayah Hiragi. Mulai hari ini diriku masuk SMA itu sebagai murid kelas 1 dan awal dari perjalanan masa-masa sekolahku.

Sesampainya di sekolah langsung saja aku menghampiri papan pembagian kelas untuk semua murid. Ku amati dengan teliti ternyata diriku masuk kelas 1-A. Ruang kelasku berada di lantai 1 dekat dengan tangga menuju lantai 2. Aku masuk dan mengamati pembagian tempat duduk, ternyata tempat dudukku di pojok belakang dekat dengan jendela kelas. Saat aku mengamati tempat duduk aku menemukan satu nama murid wanita yang menurutku tidak asing dengan nama Yukina Shiro. Tapi entah mengapa diriku tak mengingat siapa orang Yukina Shiro itu.

Sambil menunggu kelas di mulai aku bersandar pada meja dan tanpa ku sadari diriku mulai tertidur. " Besok kalau kita sudah besar aku ingin kamu mengajak diriku untuk melihat  pemandangan dari pemandangan semua gunung yang ada di negara ini, dan setelah kamu melaksanakan hal itu maka mulai dari hari itu juga aku bersedia menjadi istri kamu nanti." Seru seorang anak perempuan dengan tersenyum kepada diriku saat kita sedang melihat pemandangan dari atas bukit yang menunjukan keindahaan alam dan bentuk kota. "Baiklah aku berjanji kepada dirimu kalau kita sudah besar nanti kita akan mengunjungi setiap gunung yang ada di negara ini dan menunjukan kepada dirimu keindahan alam kita, dan setelah itu kita akan menikah. Kamu jadi istriku dan menjadi ibu untuk anak-anakku." Jawabku sambil menyodorkan jari kelingking tanda untuk membuat janji dengannya. "he.em.. " Balas dia dengan tersenyum dan mengaitkan kedua jari kelingking kami.

kring... kring.. kring ... suara bel tanda dimulainya pelajaran dimulai berbunyi.

Terbangun dari tidur lelapku, kulihat semua teman sekelasku sudah memasuki kelas kecuali satu orang yang tempat duduknya di sampingku. "Kreek..." suara pintu terbuka dan seorang wanita memasuki kelas. "Halo semua, selamat karena sudah menjadi murid SMA Hiraishi mulai tahun ini." Kata wanita itu. "Perkenalkan diriku adalah Wali Kelas 1-A, namaku Katsuragi Shusina." Lanjut Wali kelas kami sambil mengeluarkan buku absen. " Nah ibu akan mulai meng-absen kalian satu persatu jadi tolong dijawab." "Watanabe Minami." "........"

Kelas berjalan dengan normal seperti pada kebanyakan pelajaran di sekolah-sekolah umumnya. Sampai pulang sekolah aku sudah berkenalan dengan teman sekelas yang namanya Ryunosuke Takumi. Orangnya tampan dan ramah serta dia termaksud 10 murid dengan nilai terbaik saat mendaftar ke SMA Hiraishi. Selain Ryu aku juga berkenalan dengan Akashi Arima yang terhanyata hobinya sama denganku yaitu main game.

"Sampai jumpa besok Ryu, Akashi." Ucapku pada mereka.
"Oke sampai jumpa besok." Balas mereka berdua.

Aku pulang ke kontrakan dan segera berganti pakaian karena untuk mencukupi kebutuhan sehari aku mulai berkerja part-time dari kelas 3 SMP. Walau diriku tetap di beri sedikit uang oleh bibi dan pamanku yang mulai mengurus diriku sejak aku di tinggal oleh orang tuaku. Aku bekerja di sebuah perpustakaan Kota Hiragi dari jam 4 sore sampai 9 malam dengan gaji perbulan 3000 yen.

Dalam perjalanan menuju ke tempat kerja aku melihat seorang perempuan yang tak asing bagiku saat kecil. Tapi ku pikir-pikir lagi dia dan teman masa kecilku berbeda. Karna rambut dan matanya berbeda dengan temanku itu. Tanpa ku sadari ada orang yang menabrakku hingga aku terjatuh ketanah. "Maaf, aku terburu-buru." Seru laki-laki tersebut sambil melanjutkan berlari seperti menghindari kejaran orang. "Tak apa-apa" balasku.

Tak lama setelah itu 4 orang berbaju hitam seperti mengejar seseorang lewat. "Sial kemana perginya Tuan muda, kalo tuan muda hilang kita bakal dimarin bos." kata salah seorang berbaju hitam yang kelihatannya pemimpinnya. Si pemimpin datang menghapiriku dengan tatapan mata tajam seperti pembunuh. "Hei kau lihat orang lewat sini dengan berlari tidak? Kalo kamu bohong jangan harap kamu pulang kerumah dengan keadaan normal.!" Ancam si pemimpin.

Aku tertegun dan mengatakan dalam hati "sial".

 

#To Be Continue

  • view 173