Ibu dan Kenyamanan ini

Yasashii Kuro
Karya Yasashii Kuro Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 08 September 2016
Ibu dan Kenyamanan ini

Pagi ini merupakan ulang tahunku yang ke 17 tahun, tepatnya pada tanggal 28 Januari tahun 2014.Namaku Wahyu Wibowo biasa di panggil wowox oleh teman temanku semenjak kelas 5 SD.  Bangun tepat pukul 04.50 pagi aku langsung bergegas pergi bekerja ke bekas SD ku dulu untuk menyapu halamannya. Walau hanya di bayar Rp. 100.000,-/bulan tapi aku bersyukur uang itu bisa membantu orang tuaku.

Sudah selesai menyapu halaman SD aku berpamitan dengan ibu penjaga SD yang kebetulan adalah Ibu dari teman SDku Wahyu Krist yang sekaligus bekerja di SD itu.
"Bu saya pulang dulu!" kataku kepada Ibunya Wahyu."Iya Yu, mau di antar sama Wahyu tidak?" tanya Ibunya Wahyu.
"Kalo Wahyu udah bangun tidak apa-apa Bu!" Jawabku.
"Wahyu udah bangun jadi kamu di antar ya!" Balasnya. Dan akhirnya aku di antar oleh Wahyu pulang kerumah.

Keluarga termaksud golongan kelas bawah tidak mempunyai rumah sendiri dan menyewa kost untuk tempat tinggal. Tapi aku bersyukur bahwa keluargaku masih lengkap dengan Ayah, Ibu dan kedua adik-adikku. Walau terkadang berselisihan dengan adikku tapi jika aku jauh merasa rindu sama adikku. Ayahku seorang supir ojek di terminal, walau gaji tidak menentu tapi cukup memenuhi kebutuhan sehari hari. Ibuku tidak bekerja karena sedang menjaga adikku yang paling kecil berumur 2 tahun dan belum bisa untuk di tinggal bekerja. Sedangkan diriku sendiri masih bersekolah SMK kelas 9.

Seperti biasa aku berangkat sekolah menaiki sepeda dengan bekal makanan dari rumah agar aku bisa menyisihkan uang saku. Disekolah aku termaksud murid yang rajin dan sedikit pendiam. Pukul 14.00 waktunya pulang sekolah aku langsung pulang ke rumah dan berpamitan dengan temanku dahulu. Jarak dari rumah sampai sekolah atau sebaliknya kurang lebih 3 KM.

Sampai dirumah aku berganti pakaian dan langsung makan siang. Ternyata lauk makan siang hari ini rica-rica ayam di tambah tempe goreng kesukaanku. Aku terkejut karena biasanya lauk makan sehari hari cuma sayur biasa ditambah dengan kerupuk. Aku bertanya kepada Ibuku kenapa kok lauknya berbeda. "Kamu kan hari ini ulang tahun jadi khusus hari ini makanannya yang sedikit istimewa buat kamu." jawabnya. " Dan semoga kamu jadi anak yang berbakti kepada orang tua, tahu keadaan orang tua kamu seperti ini jadi kamu bisa menaikan derajat orang tua di masa depan. "

Terlintas kenangan ku dahulu saat masih kecil dan aku sebelum berumur 17 tahun. Ketika aku berumur 6 tahun aku pindah menuju ke desa tempat kakekku tinggal sampai 2 tahun karna orang tuaku tidak sanggup membayar kontrakan dan Ayahku masuk penjara karena terlibat perjudian. 2 tahun Ibuku menitipkanku kepada kakekku akhirnya, aku dibawa kembali ke tempat kontrakan ibuku yang sekarang. Saat kembali aku sudah kelas 4 SD dan sering main sampai sampai lupa waktu yang pada akhirnya aku di cari oleh ibuku. Sampai pada kelas 1 SMP ibuku pindah kontrakan lagi karena tidak sanggup membayar kontrakan karna di tinggal ayahku ke penjara yang lagi lagi terlibat perjudian. Saat itu ibuku sedang mengandung adikku yang paling kecil. Tapi Ibuku mengatakan kepergian ayahku itu untuk bekerja di luar kota jadi aku tidak tahu sampai ketika aku di pergi kerumah kakekku bersama dengan ibuku dan tanpa sengaja aku mendengar bahwa bahwa ayahku sebenarnya masuk penjara.

Teringat di saat SMP aku masih bermain sampai tengah malam di dekat kontrakanku yang dulu Ibuku sampai ibuku mencariku karena aku hilang atau bermain hal yang tidak baik. Teringat ibuku yang bekerja sebagai pencuci baju tetangga untuk mencukupi kebutuhan sehari hari. Semua hal yang ibuku lakukan untukku terlintas dalam sekejab dan membuatku bahagia bahwa sampai hari ini ulang tahunku aku masih bisa berkumpul dengan keluargaku.

Dalam hari ulang tahunku ini aku hanya berharap agar selalu bisa mencapai apa yang aku inginkan dan agar bisa membahagiakan orang tuaku khususnya ibuku yang selalu menanggung beban berat dalam merawatku selama ini.
Aku juga berdoa kepada Tuhan: "Ya Allah ampuni dosa-dosa orang tuaku terkhusus untuk ibuku karena telah mengasuh dan merawat hambamu ini hingga dewasa , ampuni juga dosa-dosa keluarga hambamu ini bila melakukan kesalahan ya Allah. Dan buka-kan pintu surga mu ya Allah untuk orang tua hamba dan keluarga hambamu ini bisa SEHIDUP SESURGA bersama ya Allah."

Hari ini saat ulang tahunku yang ke-17 aku tersadar bahwa mempunyai orang tua khususnya ibu dan adik / kakak merupakan hal terindah yang di berikkan oleh Tuhan sampai saat ini. Karena berkumpul dengan keluarga memberikan kenyamanan di hati walau terkadang bertengkar karena hal sepele dengan adik / kakak, di marahin dan di nasihati oleh orang tua. Semua yang telah di berikan oleh Tuhan akan selalu berbuah manis walau susah maupun senang.

  • view 3.8 K