Agama Rokok, dan Atheisku.

Zamzami Nurrohmat
Karya Zamzami Nurrohmat Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 Maret 2016
Agama Rokok, dan Atheisku.

Aku sempat hijrah di negeri beragama.
Dimana semua yang disukai oleh mayoritas menjadi agama baginya.
Agama Sepakbola, banyaknya klub bola yang menjadi madzabnya.
Tak sedikit dari mereka saling bertikai antar madzab bahkan menjadi keluarga karenanya.


Partai menjadi jalan mencari yang dicari, berangkat dengan beban di pundak.
Bergerak bebas pun dianggapnya murtad.

Asap mengepul menyesakkan dada.
Dan mereka menganggapnya ritual agama.
Rokok menjadi agama, bagi mereka.
Dan aku dianggapnya atheis.
Pecundang ulung yang tak berani mengambil resiko.
Agama adalah resiko; pilihan.
Aku pun memiliki pilihan untuk menjadi atheis dari agama mereka.

Menundukkan kepala.
Memegang erat benda kotak.
Itu pun ritual agama.
Kuota menjadi doa.
Penyambung dengan hadiratnya.
Aku turut serta mengikutinya.

Namun ku masih tak beragama.
Ku masih enggan mengeluatkan asap tebal dari mulut hamba.


Asap terbanglah.
Sampaikan maaf ku pada Hyang Kuasa.

?

?


  • Bandung, 2016

?

  • view 197