Kisah di balik puisi

Zamzami Nurrohmat
Karya Zamzami Nurrohmat Kategori Sejarah
dipublikasikan 06 Maret 2016
Kisah di balik puisi

Setiap kata yang saya tuangkan pastilah mengandung arti yang terkadang hanya saya sendiri yang mengerti, bahkan sesekali saya pun tak pahami arti.?

?

Kisah di balik puisi "Bahagianya Luka (1) dan (2)" ini mungkin kisah yang banyak orang mengalami. Namun saya ingin berbagi.?

Kisah seorang lelaki bodoh yang menancapkan panah cintanya terlalu dalam pada seorang gadis. Hingga pada suatu ketika, kejadian yang tak seorang pun ingin mengalaminya. Ketika emosi mengotori otak, semunya bisa terjadi tanpa menengok hati.?

Hingga pada saatnya semuanya harus di akhiri, namun lelaki itu berjanji, dia tak akan pernah berpaling. Meski dia dalam waktu satu bulan sudah menambatkan hatinya pada yang baru. Lelaki itu yakin, dia (wanita) yang kini menjadi mantan juga teman, masih menyimpan rasa yang dalam. Namun dia terburu-buru kala itu untuk menentukan pilihan.?

Benar saja, lama lelaki itu pergi dia kembali membawa cerita-cerita lama. Namun tak ingin ia akhiri dengan lelaki barunya. Jujurnya, ia masih menyimpan rasa yang dalam pada lelaki itu.?

Bijak saja dengan menahan sakit, lelaki itu memilih untuk pergi, karena akan ada hati yang tersakiti. (Bahagianya Luka 1).

Selang bertahun, lelaki menemukan pengganti. Wanita hebat yang mampu mengalihkan lelaki itu dari masa lalu. Singkat cerita, mirip namun tak sama. Dalam waktu singkat wanita ini mengakhiri untuk lelaki lain yang mungkin jauh lebih mempesona dan "pasti" untuknya.?

Lelaki ini pun kembali harus mengobati hatinya yang telah sembuh dari luka lama namun luka kembali. Bayang wanita indah itu selali hadir menghiasi hari, tanpa wanita itu sadari lelaki ini selalu memelas dihadapan Nya. Berharap kembali, kembali dan kembali.?

Akan tetapi, kembali juga dia harus pergi. Demi menjaga hati agar tak ada pihak lain yang tersakiti, lelaki ini sadar bagaimana rasa sakit itu meradang.?

Tak peduli rindu atau cemburu begitu pekat dalam jiwanya. Yang ia percaya Tuhan tak pernah diam. (Bahagianya Luka 2).

?

Kisah dibalik Bahagianya Luka ini mungkin akan terus berlanjut ke 3, 4,5 dan seterusnya. Namun dengan cerita yang berbeda, semoga.?

Berkali saya bisikan entah kepada siapa atau diri sendiri, untuk selalu tenang dan jangan libatkan emosi, biarkan pikiran dan hati berkolaborasi. Jika harus menggunakan emosi setelahnya, luapkan dengan hati-hati.

Lekas sembuh untuk luka yang ada. Tetap percaya, semua akan indah pada waktunya.?

?Teringat ceramah Alm.Ust. Uje, "jangan melihat manusia pada saat ini, kehidupan ini milik Allah. Lihat apa yang akan Allah lakukan pada manusia yang kau anggap rendah saat ini."

?

KamuPhrase-

  • view 174