Senja dan Malam Dalam Diam

Zamzami Nurrohmat
Karya Zamzami Nurrohmat Kategori Psikologi
dipublikasikan 06 Maret 2016
Senja dan Malam Dalam Diam

Langit senja dan sepenggal cerita.
Kuningmu masih tetap hadir, tepat setelah hujan reda.
Regu burung bersahutan, namun tak menari di antara awan.

Kisah yang enggan aku ceritakan, terkecuali bintang dan senja hadir di pagi hari.
Bersama gerimis yang tipis, lantutan pujian menyembah Sang Hyang.

Terdiam, bersanding gelas plastik bercerita kopi yang asik.
Sendu yang seharusnya menderu, ku redam dalam dalam.
Bahkan, air yang tenggelam ke dalam tanah pun tampak tak berdaya.

Arti kehilangan, hanya jelas dirasakan jika ku merasa memiliki senja namun segera direbut malam.

Sedetik ku teguk kopi
Sengaja, sedikit demi sedikit.
Agar aku punya durasi yang lama untuk menikmati senja.

Tidak, senja bukan lagi milikku.
Malam datang sebagai penyelamat.
Bukan sebagai bangsat yang merebut nikmat.

Malam, jaga dan sayangi senja ku.
Hingga suatu hari nanti.
Ku datang menjemputnya.
Tidak juga dengan cara merebut.

Aku lebih suka diam dan menikmati.
Itu pun jika di depan ku masih terpajang kopi.

Bandung, 2016

  • view 189