Cerita Hati

Sovia Ustman
Karya Sovia Ustman Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 September 2017
Cerita Hati

Detak jam dinding menyisakan suara yang begitu jelas ditengah malam menjelang pagi. Detaknya memenuhi ruang waktu. Bukan tanpa makna, bahkan detak yang sering kita cuaikan disiang hari dan disaat keramaian suara-suara lain. Detak yang menghantarkan 1 masa berlalu, tanpa dapat kita kembalikan. Detak jam pernah beberapa kali menjadi sesuatu yang sangat menakutkan bagiku. Karena tanpa sebab yang jelas, seakan-akan detak itu menandakan segalanya akan berakhir bagiku didunia ini. Aku dan detak jam.

Aku ingin sekali bisa bicara jujur padamu, ingin sekali. Aku cuma ingin tahu, kamu pernah mencintai atau merasa mencintai atau dicintai gak? Mencintai, dicintai itu fitrah kan. Tapi aku tidak tahu cara kamu mencintai itu sangat berbeda. Itu pun kalau kamu bilang kamu cinta. Atau mungkin aku yang tak pandai merasa? Ah bisa jadi...maksudku bisa jadi tidak benar. Aku ingin sekali bisa bicara denganmu tanpa emosi. Tapi entah kenapa kita selalu tidak bisa melakukannya. Hingga begitu banyak kita menyia-nyiakan detak waktu yang tak pernah kita pedulikan keberadaannya. 
Hingga satu waktu aku ingin sekali mengatakan padamu, aku ingin kita hidup dengan jalan yang kita pilih. Bukan kita pilih bersama, tapi jalan yang kita pilih masing-masing. Karena detak waktu telah menghantarkan kita sampai pada detik yang tak menyisakan rasa.

  • view 52