Brebes: Hikayat Rumah Kita

Zahrotun Nafisah
Karya Zahrotun Nafisah Kategori Lainnya
dipublikasikan 03 Februari 2018
Brebes: Hikayat Rumah Kita

Brebes: Hikayat Rumah Kita

 

Tampak jelas jejak rekam kisah di rumah itu.

Kudengar gemeretak kayu yang terbakar api di tungku

Dulu, saat fajar masih terlelap aku sudah terjaga untuk memasak air bakal susu adik-adikku

Menelusuri tanah samping rumah, kulihat Bapak yang sedang mengubur kelinci sembari menggerutu, “Buat apa Bapak belikan kau kelinci sebagai hadiah kau yang penurut, sedangkan kelincimu akhirnya terabaikan oleh kau yang terlalu asyik berbincang dengan rumus-rumus fisika.”

Begitulah kalimat panjangnya, tanpa jeda dengan satu tarikan napas

Aku yang menangis kala itu makin sesenggukan sebab gerutuannya

Juga, kuingat saat adik merengek minta dibelikan ale-ale rasa stroberi

Padahal lidahnya sudah memerah karena terlalu banyak minum ale-ale

Gumamku, “andai perpisahan itu tidak terjadi dan kematian Bapak masih tertunda, mungkin aku masih berbaring di kakinya sambil dibacakan surat Al-Waqiah tiap dhuha.”

.

.

Brebes, Januari 2018

  • view 78