CERITA

Anik Astiyati
Karya Anik Astiyati Kategori Puisi
dipublikasikan 06 Mei 2017
CERITA

Dahulu, aku melihat segala menjadi biru kemudian kelam...
Pernah cerita bergulir menjadi kerikil dan menjatuhkan
Terjatuh dan meninggalkan luka.
Luka itu tidak akan hilang, membekas dan menjadi cacat seumur hidup.
Tetapi jinggamu hadir, datang membasuh perih menjadi sebuah kesabaran.
Kemudian, semangatmu membara meneriakanku bangkit.
Lupa dan lupalah hilang yang telah lalu.
Aku hanya malu berlipat ingin menyimpan muka.
Tak pernah bisa aku menjadi matahari yang menemanimu,
Menghangatkanmu melawan udara yang terkadang mengujimu pula...
Aku tidak menjadi matahari bagimu.

Cukup, ketika nanti, waktu berganti, pasir-pasir jam meluruh...
Di antara kita mengisi bait-bait cerita lain,
Aku berharap ada hal yang kamu ingat dariku.
Bukan apa-apa, tidak akan ku tunjukkan, karena memang semua abstrak, tak akan raga-raga ini menyaksikan...
Biar Allah saja yang menyimpannya, barangkali abstrak saat ini mampu mewujud di alam selanjutnya...

  • view 54