Mauku

Anik Astiyati
Karya Anik Astiyati Kategori Puisi
dipublikasikan 06 Mei 2017
Mauku

Tiba-tiba saja jendela kamar berbisik malam ini, lembut bersiul di dekat daun telingaku.
Hening berselip bersama gulita malam, mendayu bersama elegi yang akan membeku hingga esok pagi, ya. Hingga esok pagi.

Seteguk tawa elok sudah mempercantik dusta. Itulah percaya pada kedustaan, bersandar pada ketiadaan. Menggelap bersama malam yang segera hilang, atau tertawa bersama siang yang tak selamanya.

Aku hanya ingin berpeluk percaya, pada yakin.
Pada percaya, lebih dari percaya ku pada fajar esok hari.
Pada yakin, lebih dari yakin hadirku saat ini.

  • view 31