MAGIS

Anik Astiyati
Karya Anik Astiyati Kategori Puisi
dipublikasikan 06 Mei 2017
MAGIS

Ada perasaan magis ketika rintik begitu deras mendera tanah.
Ajaibnya suara itu begitu seragam dan khas,
seperti alunan yang iramanya tak pernah berubah, hanya kadang keras, terkadang melembut.

Dan biarkan jendela itu terbuka, membawa suara lantunan doa menyatu bersama hujan yang masih menderas.
Mesra.
Ketika karyaNya menyatu dengan karyaku.
Lantunan airNya melebur dengan suaraku.

Merajut seolah aku dan hujan tengah bertasbih bersama
Setiap tasbihmu terjatuh di bumi, dan tasbihku terangkat dari bumi
Apabila tuturmu berisik membumi, semoga tuturku bergema melangit.

Dengarlah, suara kita memecah sore hening
Mendinginkan waktu hingga membeku
Menggetarkan partikel-partikel udara
Aku suka ketika lantang kau gemakan kuasaNya,
tak ada manusia yang mampu membungkam mu.
Hanya payung-payung kecil, bilik-bilik rumah, atau dengungan suara kotak televisi yang mengalihkan telinga mereka.

Aku suka karena suara lantangmu yang sarat akan makna kejujuran
Aku suka karena meskipun kau hanya butiran2 air, lemah, tak mampu berdiri
Namun suaramu lantang tak mampu dibungkam
Namun suaramu memecah semesta,
Lembut mengisi setiap sudut bumi tanpa perlu berteriak.

Hujan, maka ajariku agar sepertimu, berani meneriakan kuasaNya, tanpa mampu dibungkam oleh siapapun.
Hujan, maka tunggulah agar lantunan suci ini tak bosan kita rangkai menjadi alunan irama yang indah.

picture source : http://yusufmansur.com/keberkahan-dan-manfaat-hujan/

  • view 60