Personality so Hard

Yuni Adnya
Karya Yuni Adnya Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 30 Agustus 2017
Personality so Hard

Personality so Hard

        Hidup memang tak mudah, semudah apapun itu pasti pernah mengalami masa sulit kadang yang benar dianggap salah, dan yang salah tak selamanya di anggap buruk. Kepribadian seseorang tentu mulai masuk dalam kreteria ini, kamu tak bisa menyalahkan seseorang yang tak memiliki kepribadian sama sepertimu dan kamu pula tidak dapat menuntut mereka untuk berkata sesuai hatimu, saat mereka mulai menilai dirimu saat itulah kamu akan melihat seperti apa rupa dirimu, apakah kamu baik? Buruk? Tentu dirimu akan senang saat seseorang menilai dirimu lebih baik dari orang lain, tapi pernahkan kamu merasakan bagaimana saat mereka mulai mengusik keburukanmu? Apakah kamu diam? Tentu penilaian buruk memiliki rasa yang membuat prasaanmu sakit dan mungkin membangun dirimu, tapi apakah seseorang yang menilaimu tau kamu dari 0? Atau dia hanya tau saat menilai covermu?.

Namaku Rani aku baru lulus sma dan tentu menjadi seorang yang harus tumbuh dewasa tidaklah mudah, di lingkunganku dan dilingkungan baruku aku masih memerlukan waktu lebih lama dari yang lain untuk beradatasi. Akupun bukan tumbuhan maupun binatang yang bisa beradaptasi dimana saja, tumbuhan dan binatangpun bisa mati saat mereka tidak dapat bersaing di lingkungan mereka sendiri. Aku tak dapat mengejar pola persaingan seperti yang lain itulah kekalahan awalku, seorang pemalu seorang yang dibumbuhkan di lingkungan yang keras dan memiliki kepribadian yang buruk pula seolah-olah akulah yang paling buruk disini, aku menyadari akan kekurangan diriku tapi apakah aku seburuk itu? Aku pun berusaha merubah kepribadian diriku hanya aku perlu orang-orang yang paham akan itu dan sedikit saja mengerti tentangku kumohon. Aku memiliki cita-cita yang tinggi seperti orang lain dan aku pikir itu akan dapat terhujudkan jika saja aku tekun dan tak melanggar semuanya namun pada akhinya aku tertinggal karna masalah yang harus aku pertimbangkan, aku tidak mungkin hanya menuntut orang tuaku untuk memberikan pendidikan yang mewah untukku saat mereka sendiri sedang mengalami masa sulit dan aku juga punya 2 adik-adik yang perlu aku pertimbangkan.

Dan pada akhirnya aku mengorbankan impianku, aku malu saat mereka bertanya bagaimana? Kemana lanjut? Aku hanya bisa tertawa seperti orang bodoh dan setelah itu aku masuk kebidang yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya, aku masuk kedunia pariwisata yang tak pernah aku tau seperti apa itu. Di dunia yang kujalani hampir 3 bulan ini aku memdapat hal-hal baru yang tak ku ketahui sebelumnya hal-hal yang menurutku menarik dan penuh senyum seperti itulah gambarannya. Penarkah kamu membayangkan jika kamu meliki sifat yang bertolak belakang dengan pekerjaan yang akan kamu tekuni? Menyesuaikan diri? Merubah sikap? Tentu aku tau dan akupun tak sebodoh itu. Tapi pernahkan kamu berfikir perlu berlapis-lapis kekuatan dan perlu banyak kesabaran untuk itu?. Kamu akan sering mendengar terpaan “wajah jutek tidak cocok untuk dunia pariwisata” “ kamu haru dapat menjadi pribadi yang super good”jika saja aku bisa memahat majahku sendiri akupun akan membuat mulutku tetap tersenyum 24 jam.

Sewaktu – waktu aku harus mengalah dengan terpaan-terpaan mereka, oke mereka jujur aku akui itu, tapi apakah mereka tak memiliki prasaan? Tak bisakah mereka tak mengatakan hal itu didepanku? Apakah sebegitu buruknya diriku. Suatu hari kita pun akan memerlukan satu sama lain, apakah aku salah? Aku hanya tak bisa membuat dan merekyasa diriku sendiri, akupun ingin memiliki sikap seperti yang lain aku hanya terlalu bingung melihat mereka, mereka tersenyum solah-olah mereka tidak berbuat hal yang salah saat mereka tau bahwa yang mereka lakukan tak benar, mereka melawan seakan-akan itu adalah kesalahan kita, mereka marah seolah-olah kitalah yang membuat kesalahan. Saat kita membicara mereka akan menilai dalam hati dan saat kita diam mereka mulai membuka mulutnya dan itu benar-benar membuat diriku ingin mengatakan keburukan mereka juga dan mulutku juga ingin berceloteh seperti mulut itu.

Sewaktu ketika saat aku merasa semua itu benar-benar sulit menangis adalah hal yang sering aku alami. Aku berfikir semua yang aku daptakkan kenapa tak semulus yang lain, apakah aku akan hancur mulai hari ini? Apakah aku akan membuat orangtuaku kecewa lagi? Aku pun tak tau akan jawabannya mungkin aku harus menunggu 5 atau 7 tahun lagi untuk jawaban diriku sendiri. Dan untuk waktu yang sedang aku jalani sekarang aku hanya menjalaninya dan menghadapinya, karna aku tak mungkin mundur, maka maju adalah pilihanku. 

Dan 7 tahun kemudian ranipun dapat bekerja dalam dunianya yaitu pariwisata dia menjadi seorang waitress, dia belajar dari apa yang membuatnya kalah membuatnya jatuh, sehingga tak jatuh untuk yang ke 2 kalinya. “Mereka bisa membuatku jatuh dan sendirian tapi tidak dengan masa depanku”. 

SELESAI

*Terimakasi sudah Membaca*

*SalamHangatMasaDepan*

*Yunna*

  • view 24