Pulang adalah Berbuka

Yuni Yustikasari
Karya Yuni Yustikasari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Maret 2017
Pulang adalah Berbuka

Terakhir kali aku pulang ke Banjarmasin tanggal 24 sampai 26 Februari 2016. Dan hari ini tanggal 13 Maret. Seingatku, ini adalah saat terlama aku tidak pulang ke Banjarmasin tanpa perasaan tersiksa. Ya, aku selow aja. Malahan aku tidak pulang sekian lama ini adalah keinginanku sendiri. Ya, keinginan. Bukan sekadar keputusan. Terkadang kita memutuskan melakukan sesuatu karena sesuatu itu memang apa yang harus kita lakukan, atau bahkan kita memutuskan sesuatu karena kita terpaksa melakukannya.

Pernah pada suatu masa, aku tidak pulang dalam rentang waktu 1-2 minggu. Setiap waktu yang berlalu terasa bagai siksaan buatku. Tekanan yang kuterima waktu itu dan keadaan mentalku yang sedang lemah, membuatku menginginkan untuk pulang; tapi tidak bisa. Kali ini berbeda.

Rasanya biasa saja. Aku ingin, dan akan, pulang pekan ini insyaallah. Aku bersemangat, ya. Tapi juga biasa saja. Tidak terlalu berharap, sebagaimana dulu aku mengharapkan pulang bagaikan obat yang menghilangkan sakitku. Ya, aku kangen keluargaku, aku kangen suasana di rumahku. Tapi aku juga mulai menganggap tempatku di sini, di Banjarbaru, untuk saat ini. Aku berkuliah di sini, tugas-tugasku berada di sini. Aku bahkan bisa berkarya di sini. Aku bisa berkarya di manapun, tak mesti di rumah. Bukan berarti aku tak perlu pulang. Aku harus pulang sesekali, menjenguk keluarga yang membesarkanku dan orangtua yang merindukanku.

Aku begitu takjub, pada kekuasaan Tuhan yang membolak-balik keadaan manusia berdasarkan kebijaksanaanNya. Badai dalam hidupku telah berlalu. Keadaanku saat ini tenang-tenang saja, dan amat patut disyukuri.

Masa kelam yang telah kulalui ibarat aku sedang berpuasa. Ketika sabar melaluinya, meski melelahkan, ada kenikmatan yang menungguku di waktu berbuka. Sesuatu yang manis. Sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang bersabar.

Seperti beberapa pekan ini, aku berpuasa dari menemui keluargaku. Memilih untuk menenangkan diri dan menikmati kesibukan. Dan sekarang, waktu berbukaku amat dekat. Aku akan segera pulang ke rumahku. Rasa rindu pada orangtuaku, yang selama beberapa hari ini kusimpan rapat, mulai muncul ke permukaan. Sebentar lagi waktu berbukaku akan tiba.

Entah kenapa aku merasa keputusan yang telah kubuat ini adalah hal yang tepat. Kemudian aku teringat, Rasulullah pernah berkata, “bertemulah jarang-jarang niscaya akan menambah cinta” (hadits , derajatnya hasan). Semoga Allah akan menambah cintaku kepada keluargaku dan pula sebaliknya, dan semoga aku selalu diingatkan untuk bersyukur bilamana membaca kembali tulisanku ini.

  • view 91