Tuhan, Kenapa Kita Bisa Bahagia?

Yuni Ananindra
Karya Yuni Ananindra Kategori Motivasi
dipublikasikan 29 Januari 2016
Tuhan, Kenapa Kita Bisa Bahagia?

Dingin Tak Tercatat

Karya: Goenawan Mohamad

?

Dingin tak tercatat

pada termometer

Kota hanya basah

Angin sepanjang sungai

mengusir, tapi kita tetap saja

di sana. Seakan-akan

gerimis raib

dan cahaya berenang

mempermainkan warna

Tuhan, kenapa kita bisa bahagia?

?

1971

?

?

Lima puluh tahun, enam puluh, tujuh puluh, delapan puluh. Rerata angka kehidupan yang ternyata amat singkat jika disandingkan dengan kehidupan sesudahnya. Hidup memang pendek. Tapi? segala peristiwa kemanusiaan yang bercampur dengan kecewa, tragedi, marah, benci, sakit, melahirkan sebuah penantian yang teramat panjang.

Kehidupan tanpa gairah adalah kematian. Tetapi yang memilih bertahan ?meski dengan jiwa terkoyak? adalah mereka yang berusaha menjalani penerimaan-penerimaan. Keberanian menjadi manusia masih pantas dihargai di tengah berbagai alasan untuk mengingkari.

Bersama kerapuhannya, manusia terilhami membangun masa depan dari puing-puing masa lalunya. Setiap kehancuran adalah kesempatan menjadi baru yang lebih baik.? Puncak seni diletakkan kepada kemampuannya untuk menghibur diri sendiri. Untuk itulah dalam bahasa manusia ada sesuatu yang disebut hikmah.

Meski nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan, berterimakasihlah kepada yang memberi hidup. Saat merasakan asing dan tergamang dari sekitar, manusia kadang justru menyisakan sebuah perasaan akrab lain yang semakin mendekat.

Tuhan, kenapa kita bisa bahagia?

?

?

?

Sumber gambar: http://jootix.com

  • view 285