DRAMA CINTA TERHALANG BUDAYA

Yulita Benedikta Dairo
Karya Yulita Benedikta Dairo Kategori Lainnya
dipublikasikan 25 Januari 2018
DRAMA CINTA TERHALANG BUDAYA

DRAMA CINTA TERHALANG BUDAYA

(Pada sore hari Rambu sedang duduk ngelamun dibale-bale. Lalu datanglah ibunya menghampirinya).
Ibu : Apa yang sedang kamu pikirkan Rambu?
Rambu : Tidak ada Inna.
Ibu : Rambu..
Rambu : Ya Inna. Ada apa?
Ibu : Sebentar malam kalau Rambu sudah selesai belajar datang di ruang tamu, ada yang Ama mau tanyakan pada kamu.
Rambu : Iya Inna.
Ibu : Baiklah Rambu. Ibu mau ke kebun dulu untuk ambil sayur dan makanan babi.

(Malam pun tiba. Rambu sedang mondar-mandir dikamarnya. Pikirannya pun tidak tenang. Lalu dia mengambil hp dan menelepon kekasihnya yaitu Umbu).
Umbu : Halo Rambu.
Rambu : Hallo juga Umbu.
Umbu : Rambu, apa kabar?
Rambu : Kabar baik Umbu. Kamu apa kabar juga?
Umbu : Kabarku selalu sehat Rambu. Oh iya Rambu, kenapa telpon malam-malam? Apa kamu tidak belajar begini?
Rambu : Umbu, saya tidak bisa belajar soalnya pikiranku benar-benar tidak tenang.
Umbu : Kenapa Rambu? Kasitahu saya Rambu.
Rambu : Umbu begini. Tadi siang ibu menyuruku ini malam setelah sselesai belajar untuk datang di nbali tonga atau ruang tamu, katanya ada sesuatu yang Ama mau tanyakan kepada saya. Saya kepikiran Umbu kalau hubungan kita sudah diketahui oleh kedua orang tuaku. Saya benar-benar takut berhadapan dengan Ama ini Umbu. Kamu tahu sendirikan Ama saya sangat kejam dan kuat marah juga.
Umbu : Iya, saya tahu Rambu. Tapi kenapa kamu harus takut?
Rambu : Saya takut kalau Ama marah Umbu.
Umbu : (Diam sesaat). Rambu , kamu harus tenang dan sabar serta tidak ada yang perlu kamu takutkan.
Rambu : Tapi Umbu.
Umbu : Rambu, kamu dengar baik-baik. Apapun yang Ama tanya, kamu jawab dengan jujur saja. Dan kalau memang benar hubungan kita sudah diketahui oleh Ama dan Inna, kamu katakan yang sebenarnya saja kepada mereka. Mungkin ni saat yang tepat keluarga kita mengetahui semuanya.
Rambu : Iya Umbu.

(Selesai menelepon terdengar suara Ama Rambu memanggil. Buru-buru Rambu menghadap).
Rambu : Ama, kenapa Ama memanggil saya? Apa yang Ama mau tanyakan pada saya?
Ama : Baiklah Rambu. Ama mau tanyakan sesuatu sama kamu. Kamu harus jawab dengan jujur.
Rambu : Iya Ama.
Ama : Rambu, Ama mau tanya apa betul berita yang Ama dengar dari orang-orang bahwa kamu sedang berpacaran dengan Umbu?
Rambu : Iya Ama. Benar saya lagi berpacaran dengan Umbu. Sudah lama kami pacaran Ama. Sejak kami masih kelas 2 SMA.
Ama : Kenapa Rambu? Apa kamu tidak tahu bahwa kamu dengan Umbu masih memiliki hubungan keluarga atau kalian masih sepepu?
Rambu : (Hanya diam membisu).
Ama : Rambu, kita ini masih terikat dengan budaya dan adat istiadat. Rambu, dalam kita punya adat istiadat, orang yang masih memiliki hubungan keluarga dekat seperti Rambu dan Umbu dilarang untuk saling mencintai apalagi jika sampai menikah.
Rambu : Iya Ama. Tapi.
Ama : Rambu, budaya kita ini sudah turun temurun dari nenek moyang dulu. Jadi kita harus mengikuti aturan adat istiadat dan nilai-nila budaya yang sudah ada. Jika kita melanggarnya maka bisa saja hal-hal yang kita tidak inginkan seperti sakit yang tidak akan pernah sembuh, meninggal tanpa sebabnya dan sebagainya.
Rambu : Iya Ama. Saya tahu bahwa hal seperti itu dilarang keras, tetapi Ama saya sangat mencintai dan menyayangi Umbu dan Begitu uga dengan Umbu.
Ama : Tapi Rambu. Ama dan Inna tidak akan pernah menyetujui hubungan kalian. Rambu harus meneritakan hal ini kepada Umbu. Dan Ama mau hubungan kalian harus diakhiri. Jika kalian terus menjalaninya dan sampai menikah, itu bisa baerakibat fatal pada diri kalian sendiri dan pada anak-anak kalian nanti. Kamu harus mengerti Rambu.
Rambu : Iya Ama.

(Ama dan Inna meninggalkan Rambu sendiri. Rambu mondar-mandir, gelisah mengelilingi panggung. Akhirnya ia mengeluarkan hp).
Umbu : Hallo Rambu.
Rambu : Hallo juga Umbu.
Umbu : Bagaimana Rambu? Apa yang dikatakan Ama dengan Inna tadi malam?
Rambu : (Menarik napas) Umbu benar apa yang saya duga kalau hubungan kita sudah diketahui oleh Ama dan Inna.
Umbu : Trus Ama dan Inna katakan apalagi Rambu?
Rambu : Begini Umbu, Ama dan Inna mau supaya hubungan kita harus diakhiri karena nantinya ada konsekuensinya buat kita jika kita sampai menikah.
Umbu : (Hanya diam).
Rambu : Bagaimana Umbu? Kenapa kamu hanya diam saja?
Umbu : Rambu, saya tidak tahu mau omong apa lagi. Yang dikatakan oleh orang tua kamu memang benar. Mungkin itu juga yang terbaik buat kita. Kita harus mengikuti dan mendengar nasihat mereka Rambu.
Rambu : Apa maksud kamu Umbu?
Umbu : Iya Rambu. Mungkin kita harus mengakhiri hubungan kita ini. Lebih baik kita ambil keputusan dari sekarang sebelum semuanya ada yang terlanjur. Bagaimna Rambu?
Rambu : Baiklah Umbu. Kalau itu juga keputusan kamu.
(Rambu dan Umbu terpaksa mengakhiri hubungan cinta mereka yang walaupun mereka masih saling mencintai dan menyayangi satu sama lain).

PESAN : Cinta, kita tidak boleh dipaksakan untuk terus menjalani tanpa ada persetujuan dari orang tua dan keluarga apalagi jika kita masih terikat kuat dengan sebuah aturan adat istiadat. Kita harus bisa mengambil sebuah keputusan yang tepat sebelum ada hal-hal yang tidak kita inginkan yang bisa menjadi ancaman untuk hidup kita dan masa depan kita.

  • view 43