Dampak pskologis Pelecehan Seksual dan Tindak Kekerasan terhadap anak dibawa u

Dampak pskologis Pelecehan Seksual dan Tindak Kekerasan terhadap anak dibawa u

Yuliana Magi
Karya Yuliana Magi Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 Januari 2018
Dampak pskologis Pelecehan Seksual dan Tindak   Kekerasan terhadap anak dibawa u

Dampak pskologis Pelecehan Seksual dan Tindak   Kekerasan terhadap anak dibawa umur

 YULIANA  MAGI

NIM 142 211 1131

mahasiswa umk semester VII

 

     ABSTRAK

                Fenomena yang  terjadi di kalangan anak-anak  yang dibawah umur  yang selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik,perlakuan seksual  terhadap anak dibawah umur,mereka mendapatkan perlakuan yang  tidak layaknya mereka dapatkan  alasan mereka mendapatkan perlakan seperti itu  karena kurangnya pengwasan dari orang tua.

Kata kunci: pelecehan seksual  yang  terjadi pada anak yang dibawah umur

 PENDAHULULUAN

    Setelah saya  mendengar berita di berbagai media mengenai tindak kekerasan terhadap anak di usia dini, pasti yang muncul ke permukaan adalah rasa geram dan mengharap si pelaku tertangkap dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Di sisi lain sebagai orang tua kita seakan berbondong-bondong mencari solusi agar anak-anak kita aman dari tindak kejahatan yang akhir-akhir ini marak terjadi di lingkungan kita. Kekerasan terhadap anak adalah tindak kekerasan secara fisik, seksual, penganiayaan emosional atau pengabaian terhadap anak.Menurut “Haris”,ketua umum KPA  penganiayaan terhadap anak adalah kegagalan dari orang tua atau pengasuh yang menyebabkan kematian dan kerusakan fisik atau emosional,terhadap anak sangat besar.

Kekerasan fisik  terhadap anak, sangat memukul, menendang, mendorong, menampar, menarik telinga atau rambut mengakibatkan guncangan terhadap anak yang mengakibatkan tekanan Intrakranial, pembengkakan otak, karena pikiran, kekurangan oksigen yang mempengaruhi pada pola pikir seseorang yang mengalami kekerasan seksual seperti gagal tumbuh, muntah,tidak bosa bertumbuh dewasa karena sudah mendapat kekerasan yang begitu kejam

Pelecehan seksual   terhadap anak adalah suatu bentuk penyiksaan anak pelakunya mendapatkan stimulasi seksual. Bentuk pelecehan seksual anak termasuk menekan kepada anak untuk melakukan aktivitas seksual,kontak fisik dengan alat kelamin anak, melihat alat kelamin anak meski tanpa kontak fisik, atau menggunakan anak untuk memproduksi pornografi. Pengaruh pelecehan seksual dijelaskan bahwa anak merasa bersalah, kenangan buruk, Insomnia, takut hal- hal yang berhubungan dengan pelecehan; termasuk benda, bau, tempat dan wajah  anak tertentu.

Pelecehan seksual merupakan kondisi dimana orang dewasa  menjadi kan anak sebagai objek  pemuas  kebutuhan seksual pada hal perkembangan anak belum memahami dan siap akan hal tersebut ,pelecehan seksual dilakukan menggunakan ancaman, kekerasan dan kekuasaan pada orang tua.orang tua harus menjaga dan melindungi anaknya dari bahaya pelecahan yang bisa merugikan masa depan anak-anak.

   Pelaku pelecehan seksual  bisa saja merupakan korban pelecehan seksual di masalalu dan orang yang kecanduan menonton pornografi yang menimbulkan perilaku seks yang menyimpang.Terdapat dua jenis  peleceha seksual.yaitu;keluarga yang terlibat didalam keluarga.

Pelecehan dilakukan oleh orang yang terikat hubungan keluarga atau pun orang yang menggantikan posisi orang tua kandung, familial terdiri dari sexual molestation (penganiayaan), sexual assault (pemerkosaan), dan (pemerkosa paksa). Sedangkan dilakukan oleh orang yang tidak terikat hubungan keluarga namun sudah memiliki kedekatan dengan korban.

Pelecehan seksual ini akan memiliki dampak yang diawali dengan pergaulan bebas , yaitu anak tidak mampu, takut dan malu untuk mengatakan apa yang dialaminya karena tidak percaya kepada  orang lain termasuk orang tuanya dan keluarga mendapatkan kriminalisa dan tekanan batin yang sangat tertekan akan muncul lagi psikologi.stres,malu untuk mengatakan sesuatu takut dengan harga diri.

Perang melawan pelecehan seksual pada masa kini menjadi sangat penting karena dampak yang    ditimbul kan akan sangat buruk. Anak yang mendapat perlakuan pelecehan seksual setidaknya membutuh kan waktu tiga tahun dibawah pengawasan ahli agar dapat kembali berinteraksi      secara terbuka dengan orang lain, dampak jangka pendek memang dapat menghilang dalam beberapa tahun, namun dampak yang terburuk adalah dampak yang akan terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan dapat dikhawatirkan  nanti akan merugikan orang lain.

Bagian inti.

  Bagi seluruh aspek masyrakat untuk bersikap apatis terhadap peristwa ini.Pengawasan yang harus lebih ditingkatkan oleh keluarga, diawali dengan pengembangan komunikasi agar lebih efektif sehingga anak memiliki tempat untuk menceritakan segala yang dialami meskipun hal tersebut merupakan hal kecil dan sepele dalam Pendidikan.

  Kekerasan dan pelecehanyang menimpa anak –anak sungguh besar maka mari kita mremnjaga dan melindungi anak menghindari orangyang tidak dikenal jauhi pandangan mata mereka  dalam perilaku pendekatan, terkait dengan seks yang tidak diinginkan.agar anak yang dibawh umur jangan jadikan barang mainan karena anak itu mereka masih butuh kedewasan mereka.

Untuk melakukan pelecehan sangatlah banyak dari usia 5-6 tahun bahkan sudah merusak masa depan mereka

Diera globalisasi sudah terlalu banyak anak anak kecil yang menjadi korban seksual karena pada hal anak anak itu mereka belum tau apa-apa mereka masih butuh pengawasan orang tua yang lebih ketat dan memberikan dorongan pada mereka supaya mereka jangan bergaul sembarang.

Kekerasan emosional  sebenarnya agak sulit didefinisikan karena sifatnya tidak menyakitkan secara fisik, namun kekerasan emosi justru dikhawatirkan menjadi pemicu utama adanya kelainan-kelainan pada proses tumbuh kembang anak karena terkadang pelakunya adalah orang-orang terdekat dan secara tidak sadar melakukan kekerasan secara emosional dalam kurun waktu yang lama. Yang merupakan bentuk kekerasan emosional kepada anak termasuk nama panggilan, ejekan, membandingkan kekurangan dan kelebihan dengan orang lain, penyiksaan atau perusakan terhadap benda atau binatang kesayangan, kritik yang berlebihan, tuntutan yang tidak pantas, memutuskan komunikasi dan penghinaan. Korban kekerasan emosional biasanya bereaksi dengan menjauhkan diri dari pelaku, internalisasi kata-kata kasar atau dengan menghina kembali pelaku penghinaan.Korban pelecehan emosional cenderung tak berdaya dan cenderung bersikap pasif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Rujukan

  Hanafi Rustandi pada tahun 2000  mengatakan bahwa pelecehan selalu terjadi pada anak yang dibawah umur
utama/pelecehan-seksual-pada-anak
/2013/11/20/hari-anak-universal-2013-kasus-kekerasan-anak-indonesia-melonjak
kawan kumagz. data-kasus-pelecehan-seksual-di-indonesia-hingga-2013.


 

 

  • view 120