Datangmu tak melulu tentang bahagia dan pergimu tak melulu tentang bersedih

Yuni Hartinah Pulungan
Karya Yuni Hartinah Pulungan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Mei 2017
Datangmu tak melulu tentang bahagia dan pergimu tak melulu tentang bersedih

Entah bagaimana kita bisa menjadi  dua orang yang saling mendiamkan, berpura-pura tak mengenal satu sama lain meski suatu ketika waktu masih saja bersedia mempertemukan kita. 

Aku lebih memilih untuk memalingkan muka, dan menganggap pertemuan tak sengaja kita hanya seperti angin yang berlalu. Aku juga tak menyangka, ternyata setelah bertemu lalu berpisah denganmu membuat aku menjadi begitu kuat, meskipun kala itu aku sempat menangis tersedu-sedu setelah 2-3 hari kepergianmu. 

Rasanya aku tak ingin lagi berbicara bahkan hanya bertegur sapa denganmu, dan juga orang-orang yang ada disekitarmu. Kepergianmu bukanlah hal yang aku inginkan, begitupun aku menginginkan kau untuk tak ada disisiku. Menyakitkan ketika kau pergi dan begitupula menyakitkan ketika kau ada disini. 

Namun, pada akhirnya aku harus memilih. Aku harus tegas pada diriku sendiri. Bahwa memang kedatanganmu tak melulu bahagia dan hilangmu juga tak melulu tentang bersedih. Aku memilih untuk membiarkan mu pergi, kembali pada apa yang membuatmu begitu bahagia dan duka. Memilih bahwa membiarkanmu untuk mencari apa yang sebenarnya kau ingini. Satu hal yang aku pahami bahwa kau harus punya pondasi yang kuat, pegangan yang kuat ketika kau membiarkan seseorang untuk datang dan membiarkan oranglain memberi warna dalam hidupmu. Meskipun itu hitam. 

  • view 54