Kita dan Media Sosial

Yuni Hartinah Pulungan
Karya Yuni Hartinah Pulungan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Mei 2017
Kita dan Media Sosial

Di zaman yang serba digital seperti sekarang ini, tidak sulit bagi kita untuk bisa berkomonukasi dengan oranglain meski terpisah jarak yang lumayan atau bahkan sangat jauh. Ya, kita cuma butuh android/smartphone dan tak lupa kuotanya. 

Kita juga dimudahkan untuk saling menyapa dalam grup chat pada beberapa jenis media sosial. Sebut saja facebook, whatsapp, line, twitter, instagram dan banyak lagi media sosial lainnya, yang mampu memudahkan kita untuk saling menyapa, bertukar informasi bahkan mengakses apapun.

Namun, dibalik kemudahan tersebut, tak serta merta membuat hubungan kita dengan orang lain menjadi lebih baik. Tak jarang hubungan seseorang memanas hanya karena dipicu oleh media sosial. 

Mungkin banyak diantara kita yang pernah mengalaminya. Misalnya saja sedikit cekcok di grup kelas atau grup kantor. Cuma karena salah pemahaman. Mungkin sebenarnya si pengirim tidak menujukan hal itu pada kita, tetapi kita malah sedikit merasa kesal dan kemudian membalas balik. Atau ketika kita mengirim sesuatu di grup, oranglain yang menanggapi sedikit sensitif. Padahal tujuan kita bukan untuk menyinggung atau mempengaruhi oranglain. 

Disinilah mengapa media sosial tak jarang memicu permusuhan pada sesama penggunanya. Dan saya pikir memang bertemu langsung dan permintaan maaflah yang dapat menyelesaikannya. Dan kita juga dituntut untuk lebih memahami dan memaknai setiap kata yang digunakan pada media sosial. Tidak mudah terpengaruh oleh kata kata yang sebenarnya tidak ada maksud untuk menyinggung atau mempengaruhi.

Media sosial atau apapun adalah sarana untuk menjalin silaturrahmi. Buka  untuk menambah musuh. Maka bijaklah pada media sosialmu. 

  • view 75