Teruntuk kawan-kawan seperjuangan yang sudah mulai lelah

Yuni Hartinah Pulungan
Karya Yuni Hartinah Pulungan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 Mei 2017
Teruntuk kawan-kawan seperjuangan yang sudah mulai lelah

Hai, perkenalkan nama saya Yuni Hartinah Pulungan. Saat ini saya sedang menjalani aktivitas sebagai  mahasiswa semester 6 jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Kali ini saya akan berbagi tentang suka dan duka selama hampir 6 semester menjalani perkuliahan sebagai mahasiswa pertanian.

Saya perlu menjelaskan bahwa jurusan ini adalah jurusan yang saya pilih sendiri dan menjadi pilihan pertama pada kartu ujian masuk perguruan tinggi dulu. Awal perkuliahan dimulai dengan kesibukan ospek (orientasi studi dan pengenalan kampus). Dimana bagi mahasiswa baru jurusan pertanian diwajibkan menggunakan caping sebagai penutup kepala, petai dan jengkol sebagai dasi, kaleng berisi kerikil sebagai ikat pinggang, yang katanya sebagai identitas diri dan  agar lebih menghayati jurusan sendiri. Semester 1 disibukkan dengan laboratorium, jurnal, responsi, ACC  dan mesin ketiknya. Semester 2 dan 3 semuanya menjadi terasa lebih berat, seiring bertambah banyaknya laboratorium dan jurnalnya. Tidak ketinggalan laporan dan literaturnya. Tidak sedikit yang mulai lelah, dan akhirnya memilih untuk menyerah.

Beratnya beban yang ada di pundak ketika itu, menjadikan aku mulai lupa akan kesehatan tubuhku. Aku lebih memilih jurnal ketimbang makan pada saat itu. Jam belajarku juga berantakan. Waktu yang ada hanya ku kerjakan untuk mengerjakan jurnal laboratorium. Tak jarang aku menghiraukan dosen yang berdiri di depan kelas demi kertas putih bergaris dibalik kertas cokelat berlogo USU itu. Ya, semuanya terbukti dengan menurunnya nilai indeks pretasiku pada semester berat itu. Aku merasa lelah. Aku merasa terpuruk dengan semua yang terjadi padaku. Dalam hati aku bertanya “inikah jurusan yang aku pilih itu?”, atau “beginikah rasanya kuliah di jurusan pertanian itu?”. Bnayak pertanyaan berkecamuk dalam diri.

Aku pernah merasa begitu lelah. Aku pernah merasa begitu terpuruk. Lalu apakah aku tak berhak untuk mencoba lagi? Tak berhak kah aku untuk berjuang lagi?. Ini adalah jurusan yang kupilih sendiri. Yang kupilih dengan keyakinan sepenuh hati. Bukan coba coba apalagi karena suruhan orangtua. Aku lah yang memulai dan akulah yang harus  mengakhiri. Akulah yang memilih dan aku harus bertanggung jawab atas pilihanku.

Semester 4 dan 5 semuanya tidak berjalan begitu lurus dan mulus. Ada banyak kerikil disetiap jalan yang kulewati. Banyak hal yang sudah kupelajari. Aku ditempah jiwa dan raga disini. Banyak hal yang sudah kulewati menjadikan aku menjadi orang yang lebih kuat lagi. Yang tak kenal putus asa. Yang menjadikan aku tak kenal kata menyerah. Buktinya, aku masih bertahan disini.

Jika banyak orang diluar sana yang memandang remeh jurusanmu, jurusan kita, tolong katakan padanya darimana nasi yang ia kunyah setiap ia lapar, darimana aneka sayur warna warni dan bergizi yang ia konsumsi setiap hari? Bahkan yang menyediakan nutrisi untuk kehidupannya adalah yang ia sebut petani. Di dunia ini tak ada yang bisa hidup sendiri. Pasti akan ada saatnnya untuk membutuhkan oranglain. Teori dan prakteknya memang begitu. Kita adalah saudara. Lalu mengapa kita masih saja bicarakan soal perbedaan. Masih angkuh dengan kemampuan diri.

Jika kau masih merasa jiwamu tak disini, cobalah untuk keluar dari zona nyamanmu, kawan!.  Banyak hal yang belum kau ketahui tentang pertanian ini. Banyak hal yang belum kau selami. Pertanian ini bukan hanya tentang tanam dan panen, kawan! Pertanian lebih dari itu, kawan !.

Memang tidak mudah. Butuh kesabaran dan kegigihan yang ekstra. Bukankah kesuksesan harus dicapai dan itu bukan perkara mudah? Bukankah puncak yang tiggi hanya dapat ditaklukan oleh pendaki yang tangguh? Bukankah untuk menaiki anak tangga harus memiliki pijakan yang kuat dan langkah yang mantap? Aku harus bisa menghebat seiring dengan menghebatnya rintangan. Aku percaya bahwa badai akan selalu menyisakan pohon-pohon terkuat. Dan aku harus menjadi satu diantaranya. Marilah menjadi salah satu diantara pohon terkuat itu, kawan! Kita harus bersinergi. Untuk kehidupan yang lebih baik lagi.

  • view 53