Memaknai Kehidupan

Yuda Oktana
Karya Yuda Oktana Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 03 September 2016
Memaknai Kehidupan

Play,

Jika kamu bertanya bagaimana cara memaknai kehidupan, barangkali sederhana, Naila:

Aku masih ingat sebuah cerita yang disampaikan seorang pemateri dalam sebuah pelatihan leadership, ia salah satu pengusaha tambang yang terkenal di Indonesia.

"Saya iri dengan cara kakak saya menghidupkan hidup yang ia hidupi," di separuh materinya, ia mulai bercerita tentang makna kehidupan di ruangan yang dipenuhi orang-orang berbaju putih, lalu ia berjalan-jalan di depan kami.

"Kalian tahu apa yang kakak saya lakukan?" ia meminta kami untuk menebak-nebak. Tentu saja, kami tak tahu dan hanya diam.

"Kakak saya jauh-jauh dari Jakarta ke Borobudur, kalian tahu apa yang ia lakukan?" ia kembali bertanya, seperti mengharapkan ada tebakan dari dari kami.

"Jalan-jalan," jawab salah satu peserta.

"Foto bersama keluarga," jawab yang lain.

Dia tergelak, bahunya berguncang mendengar jawabannya.

"Terus apa dong pak?" tetiba suara dari belakang menghentikan keriuhan kami.

"Baca buku."

Haa... hening menyergap kami. "Ini gila," katakau dalam hati, "dari Jakarta ke Borobudur hanya untuk baca buku."

"Benar, kakak saya menghabiskan uangnya ke Borobudur hanya untuk baca buku. Kalian bisa bayangkan, ia duduk di taman sambil membuka lembaran-lembaran kata, di sampingnya makanan, lalu di depannya tersaji salah satu keajaiban dunia: Borobudur, ah, betapa nikmat hidupnya. Itulah yang buat saya iri, sebab kakak saya benar-benar telah memaknai kehidupannya yang ia hidupkan. Walaupun saya banyak uang, tapi saya tak bisa memaknai hidup sampai pada titik itu."

Lalu, ada yang mengangkat tangannya, "apa hubungan cerita ini dengan memaknai kehidupan?" tanya salah seorang peserta yang duduk di belakang. Itu pertanyaan yang juga saya ajukan dalam hati.

Ia berdehem. “Kalian akan mengerti, makna hidup yang sesungguhnya akan dirasakan saat mengetahui bahwa hari ini adalah hari terakhir hidup kalian. Dan itulah yang dilakukan kakak saya," katanya.

Pause

Naila apakah kamu menangkap makna dari cerita di atas? barangkali sama, pada mulanya aku juga tak mengerti, tapi tak semua pertanyaan harus dijawab sekarang, kan? pada waktunya kita akan menemukan jawaban dari setiap pertanyaan, tapi mungkin tidak sekarang, tidak untuk saat ini, nanti... kita akan menemukan jawabannya sendiri.

Play

Jika kamu bertanya bagaimana cara memaknai kehidupan, aku telah menemukan jawabannya, barangkali sederhana, Naila:

Adalah tidak terperangkap pada masa lalu, tidak juga mengembara ke masa depan, tapi sepenuhnya hidup saat ini. Menjalani hidup dalam sadar, penuh, hadir, dan utuh untuk saat ini. Maka percayalah pada Tuhan, kamu akan menemukan makna hidup yang kau maknai terhadap hidup yang kau hidupkan.

Ada hidup yang kita hidup-hidupkan, ada hidup yang kita hidupi, di antaranya sepenunya milik kita: maka apapun itu, seraplah nikmat hidup kita saat ini, agar kita bisa mengecap rahmat Tuhan.

 

  • view 246