Buku(Kitab)

Yuda Oktana
Karya Yuda Oktana Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 18 Mei 2016
Buku(Kitab)

Sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat memperingati hari buku nasional: barangkali sejuta paham telah membasuh otakmu, ribuan buku telah kau lahap.

Kau boleh saja bangga: barangkali ratusan buku berbaris di rak dalam kamarmu. Dengan mudah mendapatkan buku-buku baru. Bahkan, kau melepas penat di toko-toko buku.

Kini, ingin aku bercerita padamu, seperti sebelum-sebelumnya aku membebaskanmu untuk mendengarnya dengan cara yang kau mau: sambil menikmati kopi atau apa, terserah saja.

Aku akan memulai dengan pertanyaan sederahana: Sudah berapa buku yang telah kamu baca? mungkin sangat banyak. Berbagai macam buku telah kamu singkap semua, mulai dari yang bacaan yang berat bahkan tak semua orang bisa mengerti sampai bacaan yang ringan-ringan.

Berbagai pemikiran telah kamu bedah semua: mulai dari filsafat, mitologi, sejarah, novel dan buku lainnya. Wwiiisss... hebat ya kamu.

Siapa penulis yang kau sukai? mungkin banyak, Andre Hirahat, Dee, Dan Brwon, misalnya. Karya-karya mereka yang kamu bela-bela nabung untuk kamu beli dan baca di mana saja.

Sekarang boleh aku tanya tentang satu buku yang orang sebut sebagai kitab?

kamu mengangguk.

Kamu sudah baca al-quran? kapan terakhir kali kamu baca al-quran? pernahkah kamu dengan sengaja membeli al-quran? apakah al-quran ada di tasmu?

Kamu hanya diam saja...

Hey... kenapa kamu diam saja? kenapa raut wajahmu tetiba berubah? kenapa kamu jadi menunduk?

Ada apa denganmu? apakah kamu suka dengan Penciptnya?

Ya, ya, aku mengerti sekarang. Mungkin kamu sudah lupa kapan terakhir kali baca al-quran, bahkan sudah tak tahu lagi bagaimana cara baca al-quran dan di mana al-quran kamu letakkan.

Jujur, aku tak sedang mengajarimu, juga tak sedang menasihatimu. Sebelum terlambat, sebelum datangnya penyesalan. Aku ingin mengingatkanmu saja, barangkali kamu sudah lupa: inilah kitab (al-quran) yang seharusnya kamu baca setiap hari. Kitab yang di awali dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kitab ini satu-satunya yang ketika kau baca pahalamu akan berlipat ganda, yang ketika engkau buka ia akan menyelamatkanmu di hari perhitungan.

Inilah buku(kitab) yang ketika kau senandungkan akan mengalirkan kedamaian ke dalam hatimu, ya, inilah kitab yang satu-satunya tak seorangpun dapat menyerupainya, itulah kitab kita: al-quran.

Maka buang saja buku yang telah kamu beli dan baca, jika mereka yang membuatmu lupa untuk membaca al-quran.

Sekarang atau tak selama-lamanya, ambillah al-quran di dalam kamarmu, laplah debu yang menempel di sampulnya dengan air mata penyesalanmu. Dan setelah itu,

"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu ang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar(manusia) dengan perantara kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (Qs: Al-'laq 1-5)


  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    *menghela napas

    terima kasih untuk tulisan2 renungannya.

    • Lihat 4 Respon

  • Ayin Elfarima
    Ayin Elfarima
    1 tahun yang lalu.
    Terima kasih sudah mengingatkan melalui tulisan ini, Mas Yuda.

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Hmm.. untung juga gue gak hobby baca.. jadi gak tamparan tulisan ini gak terlalu sakit.. hehehe, thanks mas bro.. tulisan yang sangat-sangat bagus.. bikin gue sendiri tersadar.. ternyata gue termasuk di dalam tulisan ente...

  • Fina Kamiliah
    Fina Kamiliah
    1 tahun yang lalu.
    mengalir begitu saja , si penulis seakan bertatap muka dgn si pembaca ,,,, ^-^

  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Inspiratif

    *_*