Fr. Piere Amalo : Tanggung Jawab Politik dalam Hidup Bermasyarakat

Yudel Neno
Karya Yudel Neno Kategori Politik
dipublikasikan 17 Februari 2018
Fr. Piere Amalo : Tanggung Jawab Politik dalam Hidup Bermasyarakat


Manusia adalah makhluk sosial. Sifat sosial manusia ini bukanlah tempelan atau pemberian orang lain ataupun berasal dari faktor-faktor eksternal lainnya, melainkan secara hakiki menentukan manusia dalam individualitas dan kepribadiannya. Sifat sosial inilah yang menjadikan manusia sungguh sebagai manusia yang bermartabat secara rasional dan moral. Sifat sosial manusia ditandai atau diwujudkan dalam bentuk penggunaan bahasa dan institusi-institusi yang kemudian mengarah kepada pembentukan suatu masyarakat atau negara.
Ada 3 macam dimensi kesosialan manusia, yaitu: (1) Dimensi Individual, yang berkaitan dengan hal-hal penghayatan spontan individu (seperti kebebasan) dalam kehidupan konkret setiap hari. Penghayatan ini dilakukan di dalam kebersamaaan dengan individu-individu lainnya. (2) Dimensi institusional: yang berkaitan dengan keberadaan manusia sebagai anggota masyarakat dengan segala normanya. (3) Dimensi simbolik: yakni dimensi yang menyangkut asas-asas nilai, seperti  makna hidup yang diajarkan oleh agama; makna realitas dan hidup yang diajarkan melalui keyakinan dan ideologi.
Keberadaan ketiga macam dimensi kesosialan manusia merujuk pada hal yang sama , yakni pembentukan diri individu sebagai anggota masyarakat. Masyarakat merupakan kesuluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya. Hal ini dikarenakan masyarakat tersusun dari berbagai sistem dan subsistem seperti ekonomi, politik, pendididikan, keluarga, kesehatan, dan lain-lain. Semuanya ini terjalin erat didalam relasi dengan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat.
Dimensi masyarakat sebagai keseluruhan ini disebut politis. Apabila suatu tindakan atau kebijakan dibuat tidak berorientasi kepada masyarakat sebagai keseluruhan melainkan kepada kelompok-kelompok tertentu atau pribadi-pribadi tertentu, maka hal itu tidak bersifat politis. Bersifat politis sejauh kalau memperhatikan kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan. Karena itu, setiap tindakan politik hendaknya bertujuan pada masyarakat sebagai keseluruhan atau bonum commune (kesejahteraan umum).
Namun dalam kehidupan bermasyarakat sekarang ini, ternyata masih banyak didapati adanya penyalahgunaan kebijakan atau tindakan politik. Tindakan politik yang seharusnya bertujuan demi kesejahteraan umum disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu demi melegitimasi tindakan oknum-oknum tersebut yang merugikan masyarakat secara umum. Banyak oknum juga yang melihat aktivitas politik sebagai ajang untuk mengejar kekuasaan sebesar-besarnya, meraup untung sebanyak-banyaknya, dan untuk mempopulerkan kelompok atau partainya sendiri. Akibat lebih lanjut, terjadinya persaingan yang tidak sehat dan tindakan saling menjatuhkan di antara berbagai pemangku kepentingan dalam tindakan politik demi menegakkan supremasi mereka yang belum tentu bertujuan pada kesejahteraan umum masyarakat.
Kenyataan seperti ini memang sugguh sangat disayangkan, sebab tindakan politik yang dilakukan semestinya demi menjawabi kebutuhan aspek sosial manusia telah salah digunakan demi keegoisan dan keserakahan oknum-oknum tertentu. Keberadaan aktivitas politik yang seharusnya memampukan manusia untuk mencapai kesejahteraannya sendiri, ternyata menjadi beban oleh karena perilaku tidak terpuji para politisi. Maka tak heran, Karl Marx menolak adanya negara sebab menurutnya justru negara yang dikendalikan oleh para politis (dan kaum kapitalis) yang telah menindas rakyat pada umumnya.
Tentu tinjauan seperti ini tidak menjadi alasan yang tepat untuk membubarkan suatu masyarakat atau negara. Keberadaan suatu masyarakat atau negara merupakan titik tolak yang penting dalam perkembangan hidup setiap individu. Kehadiran masyarakat atau negara sangat dibutuhkan demi melancarkan dan menghadirkan segala kebutuhan dan keperluan setiap manusia. Yang perlu dilakukan adalah mendidik dan mengarahkan setiap orang kepada penghayatan akan arti politik yang sebenarnya supaya setiap orang jangan merasa dirugikan oleh pihak-pihak tertentu dan juga dapat membantu masyarakat atau negaranya berkembang secara baik dan bertanggungjawab.
Politik memang sangat diperlukan dalam suatu masyarakat atau negara. Hal ini dikarenakan politik merupakan cara yang tepat untuk memberdayakan masyarakat secara umum dan untuk menjamin kehidupan masyarakat yang sejahtera. Tanpa berpolitik, maka tak akan ada masyarakat atau negara yang bisa maju. Jika negara atau masyarakat tidak maju, maka individu-individu-pun kesulitan dan bahkan tidak bisa mengembangkan hidupnya secara baik.
Tanggung jawab berpolitik menjadi tanggung jawab semua orang, bukan hanya para politisi saja. Setiap anggota masyarakat wajib ikut berpolitik, dalam artian turut ambil andil didalam memberi aspirasi, mengawasi, dan melaksanakan setiap bentuk kebijakan politik yang dibuat oleh pemerintah bagi masyarakatnya. Hal ini perlu, supaya tidak terjadi penyelewengan dan penyalahgunaan oleh oknum-oknum tertentu. Selain itu diperlukan separangkat hukum atau aturan yang menjamin dan mengawasi setiap aktivitas perpolitikan, supaya tujuan politik, yakni bonum commune atau kesejahteraan umum dapat tercapai sebagaimana mestinya.
 
Sumber:
Jegalus,Norbert.,Filsafat Sosial Politik,(modul.),Kupang: FakultasFilsafat, Unwira,2017
Raho,Bernard., Sosiologi, (Maumere: Penerbit Ledelero, 2016), hlm. 157

  • view 71