Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Filsafat 17 Februari 2018   00:35 WIB
Rm. Vinsent : Kerja Sebagai Perwujudan Diri

 

Rm. Vinsent Manek Mau, Pr.
(Kepala SMK Katolik St. Pius X Insana TTU Timor Indonesia)
 
Tak dapat dipungkiri bahwa sebuah karya selain adanya usaha untuk mempertahankan kualitas dan kuantitasnya, diperlukan juga media publikasi demi konsumsi khalayak ramai. SMK Katolik St. Pius X Insana atas kerja sama yang baik, menghadirkan Majalah SMK Edisi I tahun 2016 dengan Tema : Kerja Sebagai Perwujudan Diri. Para pendidik dan peserta didik berusaha membeberkan ide-ide yang cemerlang tentang kerja. Percikan-percikan ide yang cemerlang, sederhana dan praktis, mengingatkan para pembaca sekalian akan semboyan SMK yakni Dengan Ilmu Aku Pintar, Karena Terampil Aku Sukses dan Kemauan adalah Kuncinya. 
Menjadi peserta didik SMK tidak hanya belajar ilmu tetapi lebih berkarakter selalu mau dan tulus untuk bekerja. Dengan demikian, benarlah slogan singkat ini : SMK berarti Sekolah Menghasilkan bukan Menghabiskan. Melalui kerja tangan, kita menghasilkan. Dengan kerja kita mewujudkan diri. Kalau ingin menjadi pribadi yang sukses, wujudkanlah cita-cita ini melalui bekerja. Bekerjalah dengan keras, cerdas, kreatif dan inovatif, sebab inilah dasar-dasar kuat untuk mempertahankan martabat kerja dan martabat kaum pekerja. Kerja dikatakan bermartabat karena pekerjanya adalah insan yang bermartabat. Setiap insan memiliki akal budi, perasaan serta kehendak bebas. Gunakanlah akal budi untuk mencerdaskan dan mengembangkan kreativitas kerja. Hayatilah dan lakukanlah pekerjaan dengan tulus dan gembira sebagai media perwujudan diri dan sebagai wujud bakti orang beriman. Gunakanlah kehendak bebas untuk bebas dari cengkeraman pekerjaan yang tidak halal serta bebas untuk bekerja hingga memperoleh hasil yang maksimal. Dalam setiap pekerjaan, jauhkanlah mental hedonis (mengerjakan sesuatu sejauh menjanjikan kenikmatan semata), mental pragmatis (mengerjakan sesuatu sejauh menjanjikan keuntungan yang besar)  dan mental konsumeris (mengerjakan sesuatu untuk dikonsumsi hingga tuntas). Menghidupi mental seperti ini dalam pekerjaan justeru mengubah pekerjaan menjadi media menuju neraka. Berbaliklah dan hayatilah pekerjaan sebagai perwujudan diri tanpa berlebihan mengharapkan imbalan yang terlampau berat dan membebankan.  
Kerja pada prinsipnya bermartabat bukan karena tinggi nilai jualnya dan banyak pekerjanya. Kerja bermartabat karena orang-orang yang bekerja itu adalah orang-orang bermartabat yang bekerja dengan tulus hati dan bahagia. Bahagia dengan pekerjaan adalah kekuatan. Kemegahan pekerjaan adalah ketulusan dalam melakukannya. Kesuksesan pekerjaan adalah kemauan dalam melakukannya. Kesanggupan pekerjaan adalah karya kesanggupan Allah dalam diri manusia. Dengan demikian, manusia adalah ciptaan yang bekerja dan bekerja seturut kehendak Allah. Sebagaimana kita dapat menafsirkan Sabda Yesus bahwa Pekerjaan dan Makanan-Nya adalah melakukan kehendak Allah. 

Karya : Yudel Neno