Rm. Vinsent : Mengatasi Kemiskinan Material Melalui Hidup Bertani

Yudel Neno
Karya Yudel Neno Kategori Budaya
dipublikasikan 17 Februari 2018
Rm. Vinsent : Mengatasi Kemiskinan Material Melalui Hidup Bertani


Rm. Vinsent Manek Mau, Pr.
(Kepala SMK Katolik St Pius X Insana TTU Timor Indonesia)

Allah berfirman kepada manusia : “Ber-anakcuculah dan bertambah banyak,penuhilah bumi dan taklukan itu, berkuasalah atas  ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi” (Kej 1:28). Firman Tuhan ini meng-isyaratkan bahwa kita harus mengolah dan merawat alam ini dengan penuh tanggung jawab untuk memenuhi segala kebutuhan kita.
Manusia akan menjadi lebih bermartabat jika ia mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemis-kinan material dapat diarti-kan sebagai suatu keadaan di mana sesorang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya yang layak di tengah masyarakat. Kemiskinan material yang dimaksud adalah miskin pangan, sandang dan pa-pan. Kondisi masyarakat kita saat ini, masih ada yang mengalami kemiskinan material. Kemiskinan material hampir saja tidak dapat diselesaikan sepan-jang sejarah hidup manusia. Apakah memang itu meru-pakan sebuah takdir bagi mereka yang sering kali mengalami kemiskinan material ? 
Bagi saya, itu bukanlah sebuah takdir, karena tidak ada seorang manusia pun yang dilahirkan ke dunia ini untuk menjadi orang miskin. Hanya saja, bagaimana upaya seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai standar kehidupan yang berlaku di tengah masyarakat sehingga nantinya tidak tergolong sebagai orang miskin.
Sejauh yang saya amati, kemiskinan material yang dialami oleh seseorang beserta keluarganya di-sebabkan karena tidak mampu untuk memanfaat-kan potensi yang dimiliki misalnya potensi dalam bidang pertanian. Daerah kita sangat cocok untuk mengembangkan pertanian. Sebagian besar mata pencaharian mas-yarakat kita adalah bertani. 
Saya melihat bebe-rapa persoalan yang sering kali dihadapi oleh masya-rakat kita yang masih tergo-long miskin. Di antaranya kurangnya niat untuk bekerja keras, tidak disiplin dalam bekerja, kurangnya sumber daya manusia,  menurunya angka kaum pekerja sebagai petani karena melihat bahwa menjadi petani adalah se-buah profesi yang tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Padahal jikalau dibandingkan dengan negara-negara lainnya, pertanian menjadi sektor yang paling tinggi untuk memberikan pendapatan bagi negara maupun bagi pekerja.
Hidup bertani merupakan salah satu solusi yang tepat untuk bangkit dari masalah kemiskinan yang selama ini kita alami. Terutama dalam hal kekurangan pangan yang hampir setiap tahun dialami oleh masyarakat kita. Menjadi petani bukan sebuah profesi yang paling hina, tetapi menjadi petani adalah satu profesi yang sangat mulia karena melalui pertanian banyak orang mendapatkan makanan, melalui petani banyak orang bisa mempertahankan hidupnya. Tidak ada satu manusia pun yang hidup tanpa membutuhkan makanan. Karena itu, mari belajar untuk hidup bertani, karena melalui pertanian kita mampu mengatasi kemiskinan yang selama ini kita alami.
Kajian-kajian yang ada di hadapan anda ini merupakan tawaran-tawaran konsep yang dapat membantu anda untuk memurnikan hidup bertani yang lebih tepat guna dan tepat sasar.

  • view 61