Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Motivasi 17 Februari 2018   00:12 WIB
Herry Silab: Kemauan adalah Kunci Hidup Bertani


Heribertus Silab, S.Kom.
(Guru KKPI SMK Bitauni)
 
Pendahuluan
Berbicara tentang kemajuan masih banyak daerah dari belahan bumi indonesia yang belum dikategorikan maju. Tentu kemajuan tidak hanya terbatas pada suatu aspek tetapi harus bersinergi dengan bidang-bidang lainnya. Berjuang mengatasi ketertinggalan itu, kini sudah mulai adanya pembenahan terhadap infrastruktur di berbagai pelosok guna mengimbangi kemajuan dan bahkan pada suatu waktu daerah-daerah pelosok diangkat martabatnya ke tingkat persaingan. 
Setiap manusia pada dasarnya menginginkan perubahan dan kemajuan, mulai dari diri, masyarakat, pemerintahan, agama dan juga adat istiadat. Namun semua itu belum sampai pada harapan karena beberapa institusi seperti agama dan adat istiadat masih berpegang teguh pada prinsip lama dan mencampuri hanya sebagian guna mengikuti zaman. Zaman kini sarat perubahan dan kemajuan yang begitu pesat, terlebih dalam bidang teknologi. Teknologi menjadi bagian terpenting dalam segala kegiatan manusia. Akan tetapi yang mengelola teknologi tersebut tentu harus memiliki intelektual yang memadai sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan. 
Bersamaan dengan kemajuan teknologi, minat bidang pertanian pun makin meluas. Banyak kalangan yang memilih berwiraswasta dan bergelut pada bidang pertanian. Sebelum teknologi menguasai dunia, pertanian menjadi hal yang utama dan pada kenyataannya pertanian menjadi bidang yang tidak terelakkan. Sadar atau tidak kita hidup karena hasil dari pertanian itu sendiri. Terdapat 3 (tiga) aspek dalam hidup yakni sandang pangan dan papan. Ketiga aspek ini tentu harus menjadi prioritas. Sandang berkaitan dengan pakaian yang selalu kita gunakan. Pangan memberikan kekuatan dan kehidupan bagi kita. Tanpa pangan pasti kehidupan kita tidak bertahan lama atau memang tidak ada sama sekali. Dan tidak kalah penting adalah papan yang diartikan sebagai rumah dan memberikan teduhan agar terhindar dari panas matahari dan saat hujan.
 
Kemiskinan 
Kemiskinan merupakan suatu keadaan serba kurang terhadap suatu barang dalam hidup. Menyikapi serba kekurangan ini, kita perlu melakukan sesuatu. Kita diberi akal budi, tubuh yang sempurna agar digunakan dalam bekerja. Mengatasi kemiskinan tidak berasal dari orang lain. Orang lain boleh menginspirasi tetapi pribadi kitalah sebagai pelaku utama atas pemberantasan kemiskinan tersebut. Sikap kemalasan membawakan kita pada keadaan miskin. Dalam sikap malas, kebimbangan dan keputusasaan semakin menciptakan kondisi kemiskinan.
 
Materiil 
“Harta adalah hiasan semata...” sebuah lirik lagu yang dikumandangkan oleh penyanyi trio ambisi seakan mengutarakan kepada kita bahwa harta bukanlah suatu keabadian dalam hidup, harta itu semu, nyata tetapi tidak abadi. Harta sebagai hiasan sampai apda suatu waktu tidak dapat bernilai lagi. Harta akan musnah, hilang lenyap. Harta bisa menjadi pemicu retaknya suatu hubungan baik. 
Walaupun demikian, harta tetap diperlukan demi kelangsungan hidup. Kita ada hanya seturut apa yang kita miliki, inilah perhitungan dunia modern sekarang. Oleh karena itu perlulah pekerjaan dan penghasilan guna menyokong hidup kita. Pemahaman ini menegaskan bahwa kebutuhan hidup adalah tanggung jawab kita sendiri.  Hidup akan terasa sia-sia jika tidak dipergunakan untuk kehidupan yang lebih baik.
Zaman modern ini pun turut menghadirkan praktek hedonisme. Berbagai cara dilakukan agar keinginan yang nikmat terpenuhi. Praktek ini menempatkan kaum pemiliki modal berada pada level paling atas sementara kaum sederhana berada pada rata-rata kehidupan. Berkecukupan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Boleh dikatakan bahwa kemiskinan sebenarnya tidak harus ada. Kita sendirilah yang menciptakan keadaan miskin; kita sendirilah yang memberi ruang kepada kemisikinan untuk masuk dan berteduh bersama kita. Kita bertanya diri, dari sudut manakah kemiskinan memasuki ruang kita? Tentu jawaban sederhananya adalah dari ruang kemalasan. Ruang kemalasan selalu menerima tamu kemiskinan. Harapan akan instannya kehidupan Harapan akan instannya kehidupan memporakporandakan impian kita. 
 
Semboyan Hidup Bertani
Slogan SMK Katholik St. Pius X Insana berbunyi “ karena ilmu aku pintar, karena terampil aku sukses dan kemauan adalah kuncinya”. Slogan ini mengingatkan kita bahwa pintu kesuksesan selalu ada. Ilmu dan terampil adalah bekal menuju sukses dan kemauan adalah kuncinya. Ilmu yang diperoleh diterapkan dalam hidup bermasyarakat pada umumnya dan terkhusus pada pribadi kita sendiri. Orang yang berilmu dan memiliki keterampilan ditambah lagi dengan kemauan yang kuat, sukses itu pasti. Orang-orang seperti ini akan dibutuhkan di mana-mana.  
Sebagai tindakan antisipatif, atas komitmen yang tulus, Lembaga Pendidikan SMK Katolik St. Pius X Insana dari waktu ke waktu, dalam kerja sama dengan berbagai kalangan, berusaha mempersiapkan generasi muda agar kelak menjadi petani dan peternak yang handal. Para peserta didik dibekal dengan ilmu, keterampilan pendidikan karakter serta mengasah kemauan agar kelak hidup bertani dipandang dan diperlakukan sebagai karunia. Dengan kata lain, hidup bertani semakin menunjang kesejateraan ketika praktek bertani dilakukan  tepat guna dan tepat sasar.

Karya : Yudel Neno