Herry Silab : SIKAP KREATIF DAN TEKUN MERUPAKAN KUNCI KEBERHASILAN DALAM BEKERJA

Yudel Neno
Karya Yudel Neno Kategori Budaya
dipublikasikan 17 Februari 2018
Herry Silab : SIKAP KREATIF DAN TEKUN MERUPAKAN KUNCI KEBERHASILAN DALAM BEKERJA


Herybertus Silab, S.Kom.
 
Kesalahan terbesar manusia adalah sikap menunda-nunda dan kegagalan terbesar manusia adalah tidak bekerja. Kesalahan terbesar manusia adalah pesimis ketika memulai dan kegagalan terbesar manusia adalah ketika kreativitas meneteskan air mata
 
PENGANTAR 
Bekerja diikuti dengan usaha dan pengorbanan yang pantas akan membuahkan hasil yang maksimal. Bekerja tanpa berusaha dan berkorban nihillah apa yang hendak dicapai. Bekerja membutuhkan motivasi yang murni demi hasil yang memuaskan. Motivasi erat kaitannya dengan pengetahuan yang diperoleh dalam bangku pendidikan. Pengetahuan yang memadai mendorong seseorang untuk mengejawantahkannya dalam hidup sehari-hari. Mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari dapat menjanjijkan kepuasan bahkan hingga tingkat membanggakan. Dengan demikian, pengetahuan tetap penting tetapi sejauh mana pengetahuan itu menjadi kekuatan untuk menciptakan kreativitas dan ketekunan yang tulus dari seseorang ketika ia hendak melakukan suatu pekerjaan guna mencapai kesuksesan.
Suksesnya suatu pekerjaan diukur dari apa yang kita hasilkan dan hasil tersebut memberikan kepenuhan terhadap kebutuhan. Semua kita tentu mampu bekerja, tetapi untuk menghasilkan sesuatu yang memuaskan justeru menjadi sebuah pertanyaan besar. Kurangnya kreativitas seseorang dalam bekerja berimbas pada adanya para pekerja musiman. Lemahnya kemampuan manusia untuk membaca dan mengatasi tanda-tanda alam, berimbas pada sikap salah kaprah dalam bekerja. Menguatnya sikap salah kaprah dalam bekerja justeru tidak menjanjikan hasil yang memuaskan. Kepuasan yang diperoleh tanpa tunduk pada etiket kerja yang baik akan menjerat orang untuk cepat menikati hasil tanpa mengikuti prosedur kerja yang baik dan benar. Akhirnya, timbul mental instan dalam diri para pekerja. Mental instan berarti kepuasan terhadap hasil tidak sebanding dengan proses kerja. Tidak tunduk pada proses kerja sama halnya dengan lemahnya kreativitas dan ketekunan terhadap sebuah pekerjaan.   
 
 
 
 
 
PERUBAHAN ZAMAN
Pepatah bahasa Latin mengatakan demikian “Tempora mutantur et nos mutamur in illis : Waktu berubah dan kita pun ikut berubah di dalamnya”. Perubahan zaman ditandai dengan adanya kemajuan teknologi, baik informasi maupun komunikasi, pada satu sisi memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhannya tetapi pada sisi lain berakibat pada hilangnya sejumlah aktivitas manusia. Dengan adanya teknologi atau boleh dikatakan mesin pengganti manusia, banyak pekerjaan dilakukan dengan cepat dan mudah. Sebelumnya, sebuah pesan dalam bentuk surat dan dikirim melalui POS, kini bisa menggunakan HP. Pekerjaan yang berat terasa ringan karena praktis dan mudah. 
Pesatnya kemajuan tekonologi ini menuntut manusia sebagai pengguna untuk benar-benar bersikap bijak dalam menggunakannya. “Jangan mendewakan atau meng-tuhan-kan teknologi” dalam bekerja. Teknologi memberikan kemudahan tetapi manusia harus tetap profesional dalam pengetahuan dan terampil dalam praktek. Teknologi memberikan jalan bagi pengembangan kreativitas manusia. Seorang pekerja dapat mencapai hasil yang memuaskan apabila ia kreatif, tepat sasar dan tepat guna dalam menggunakan teknologi yang dimiliki. Walaupun demikian, ketekunan tetap menjadi kunci untuk berhasil dalam melakukan suatu pekerjaan. Teknologi memang ada tetapi apa artinya ketika berhadapan dengan matinya kreativitas dalam diri manusia. Teknologi memang canggih tetapi apa artinya ketika berhadapan dengan matinya ketekunan dalam diri manusia. Dengan demikian, entah bekerja dengan bersentuhan langsung dengan alam atau bekerja mengunakan teknologi, kreativitas dan ketekunan tetap menjadi kuncinya. 
PERBANDINGAN 
Pada kehidupan sebelumnya berbagai cara digunakan untuk memperoleh kebutuhan hidup. Misalnya petani dahulu menggunakan kerbau ataupun sapi dalam proses penggarapan sawah ataupun kebun yang akan ditanami padi (sawah ladang) dan tidak dipungkiri pekerjaan tersebut memberikan hasil yang baik. Namun teknologi lama tersebut dirasa sangat membuang energi dan waktu, sehingga dimunculkan teknologi baru misalnya traktor; alat teknologi modern sebagai ganti atas kerbau dan sapi dalam menggarap sawah atau ladang. Perkembangan zaman membawa pula perkembangan teknologi yang dapat memudahkan manusia dalam bekerja akan tetapi ketekunan dalam bekerja tetap penting dan utama. Kreatif tanpa tekun sama halnya dengan “bekerja dalam mimpi” atau hanya bualan semata. Tekun bekerja tanpa kreativitas sama halnya dengan “mimpi yang tertunda” atau kegagalan.
 
SIKAP KITA DALAM  MENANGGAPI 
Dunia sekarang membutuhkan pekerja yang kreatif dan tekun. Banyak pengusaha swasta sukses dan berhasil dalam bisnis bukan karena ia bisa bekerja tetapi karena memiliki kreativitas yang tinggi dan tekun dalam menjalani usahanya. Lalu, bagaimana dengan kita? Apakah kita akan tertinggal dalam bersaing? Tetap ditempat dalam bersaing? Ataukah maju terus untuk berasing? Kuncinya adalah sikap tekun dan kreatif diwujudnyatakan dalam melakukan suatu pekerjaan.  Kelemahan yang ada pada kita yakni kita selalu pesimis sebelum melakukan suatu pekerjaan. Akibatnya, pekerjaan yang sebenarnya ringan terasa berat. Perasaan seperti ini dapat mematikan kreativitas dalam diri seseorang. Matinya kreativitas seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan akan menimbulkan figur-figur dan strategi-strategi yang selalu kalah dalam persaingan global. Dengan demikian, kita dapat mengartikan kreativitas kerja sebagai sikap dasar manusia dalam melakukan suatu pekerjaan dengan menggunakan sarana-sarana yang ada secara tepat guna dan tepat sasar serta belajar dari kemampuan dan kreativitas yang dimiliki oleh pihak lain. Perpaduan seperti ini akan menghasilkan suatu kreativitas baru yang selalu bersaing karena bertahan dan berkembang karena maju dalam peradaban zaman teknologi modern seperti sekarang ini. 
Pada era sekarang ini, kegagalan dan kekecewaan dalam dunia usaha dan dunia industri akan menjadi sahabat akrab bagi orang-orang yang cepat berkecil hati, orang-orang bermental krupuk serta selalu diam di tempat. Menghidupi kegagalan dalam diri sama halnya dengan mematikan kreativitas dalam diri. Jangan pernah membiarkan kegagalan menelan kreativitas dalam dirimu. Capailah impianmu dengan tekun dan kreatif dalam bekerja dan jangan menunda-nunda pekerjaan. Tekun dan kreatif merupakan tangga-tangga istimewah guna menjulang tinggi menuju keberhasilan dan kesuksesan. 

  • view 86