Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Motivasi 16 Februari 2018   23:40 WIB
Rian Bengu : Kerja dengan Tulus Menuai dengan Gembira


Oleh
Adrianus Bengu
(Alumni SMK Katolik St Pius X Insana TTU, Timor, Indonesia)
 
Janganlah mengerjakan apa yang disukai tetapi sukailah apa yang sedang dikerjakan
 
ASUMSI YANG MUNCUL TENTANG KERJA
Banyak orang sering merasa beban ketika dilimpahkan suatu pekerjaan entah kerja pikiran maupun kerja fisik. Bahkan perasaan tidak nyaman sering menghantui seseorang ketika diberikan suatu pekerjaan apalagi pekerjaan itu tidak sesuai dengan keinginan seseorang. Tanpa disadari bahwa sebesar apapun dan sesulit apapun sebuah pekerjaan bila dilakukan dengan hati yang tulus maka akan ada jalan kemudahan. Walaupun dapat diakui bahwa sebuah pekerjaan sering menjadi sulit karena diberikan secara mendadak ataupun pada waktu yang tidak tepat. 
Beberapa kali, kepada saya diberikan tugas oleh orang tua dan saya selalu mencari alasan untuk menghindar, meskipun saya tahu bahwa pekerjaan itu sangat ringan. Awal sekali, kebiasaan ini terbawa dalam kehidupan di sekolah. Ketika para pendidik memberikan tugas yang harus dikerjakan, saya selalu mengomel dalam hati dan berkata,” Saya datang belajar atau saya datang untuk menjadi budak? Pikiran ini kemudian secara perlahan hilang karena melihat rekan-rekan saya yang selalu bergembira bekerja ketika kepada mereka dipercayakan suatu pekerjaan. Saya bertanya-tanya dalam hati,” rahasia apa yang sedang mereka gunakan sehingga dalam pekerjaan yang seberat itu mereka mampu melakukannya dengan penuh tawa dan ceria. 
 
MOTIVASI KERJA
Setiap hari saya selalu memikirkan agar apa yang saya kerjakan selalu membuahkan hasil. Saya menyadari bahwa pikiran yang rumit tentang kerja akan menimbulkan suatu pekerjaan selalu terasa rumit dalam pelaksanaannya. Ternyata sebuah pekerjaan menjadi berat karena didahului dengan cara berpikir yang terlampau berat. Tekad dan kemauan akhirnya menjadi kunci dalam sebuah pekerjaan. Dengan demikian, sesulit apapun pekerjaan yang diberikan akan terasa mudah dalam pelaksanaannya. Sehingga benarlah ungkapan yang mengatakan bahwa bukan pekerjaan yang membuat kita merasa berat dalam melaksakannya melainkan perasaan kitalah yang membuat sebuah pekerjaan menjadi berat.  
Kita mengalami banyak kegagalan dalam bekerja, misalnya gagal panen. Terhadap kegagalan seperti ini ada banyak pemicunya tetapi hemat saya ada satu prinsip kerja terlupakan atau diremehkan yakni ketulusan dalam melakukan sebuah pekerjaan. Anggapan yang selalu menghantui kita tentang tidak pentingnya setiap pekerjaan selalu berakhir pada penyesalan yang tiada gunanya. 
 
ILMU, TERAMPIL DAN KEMAUAN
Semboyan SMK Katolik St. Pius X Insana berbunyi demikian,” Dengan Ilmu Aku Pintar, Karena Terampil Aku Sukses dan Kemauan adalah Kuncinya.” Tepat sekali semboyan ini. Kemauan adalah kunci keberhasilan dalam melakukan sesuatu. Ungkapan dalam bahasa Inggris berbunyi demikian,” Where is a will there is a way; di mana ada kemauan di sana ada jalan. Saya tahu tetapi kalau saya tidak mau melakukannya, maka sesuatu tidak akan terjadi. Saya tahu tetapi kalau saya tidak terampil, pengetahuan akan sia-sia. Saya tahu; saya terampil tetapi jika saya tidak memiliki kemauan untuk melakukannya, pengetahuan dan keterampilan tidak akan berkembang atau bahkan mati di tempat. Karena itu tepatlah jika kita berpegang pada semboyan ini,” Dengan Ilmu Aku Pintar, karena Terampil Aku Sukses dan Kemauan adalah Kuncinya. Kalau orang mau pasti tulus dalam melakukan suatu pekerjaan. Kalau orang mau, pasti ia tekun dalam melakukan suatu pekerjaan. Dengan demikian, kemauan, ketulusan dan ketekunan dalam bekerja merupakan jaminan atau jalan menuju pencapaian kepuasan kerja dan kegembiraan dalam bekerja. Ingatlah bahwa tetesan-tetesan air mampu membobol tegarnya batu karang bukan karena kekuatan melainkan karena keseringan atau ketekunan. 

Karya : Yudel Neno