Puisi-Puisi Rafael Bani

Yudel Neno
Karya Yudel Neno Kategori Puisi
dipublikasikan 25 Januari 2018
Puisi-Puisi Rafael Bani

19/1 23.49] Rafael Fr: RINDU
 
Aku luluh.
Hati yang sering bicara.
Kasih dan sayang yang sering tercurah,
Tak merangkulku lagi.
 
Aku mulai menghitung
Sudah berapa banyak air mata yang tak pernah mati
Mengisi kepergianmu, Ayah.
 
Mengapa percakapan kita
Hanya lewat untaian doa, Ayah?
 
Andai saja aku berkuasa menunda kematian.
...............
 
 
Ando Bani
[19/1 23.49] Rafael Fr: NAMAMU
 
Ayah, namamu selalu aku aminkan dalam doaku.
 
Aku ingat setiap tetes keringatmu.
Setiap derai nafasmu.
Setiap semua yang darimu.
Kasih dan sayang,
Selalu luar biasa.
 
Semua kenangan lekat ku tatap.
Ingin sekali semua kejadian mulai bangkit,
Mencari sosokmu. Apalah daya,
Yang ku temui cuman bayang.
 
Ayah, aku bawakan bunga.
Bunga yang harum. Seharum namamu.
Nama yang telah ukir banyak kebaikan,
Untuk keluarga.Gereja.Bangsa, dan sesama.
 
Ayah.....
 
Even Bani
[19/1 23.49] Rafael Fr: UNU
 
Unu, hari sudah malam.
Sonde ada sinar matahari.
Yang ada cuman sinar matahati.
 
Unu, ini sinar matahati mulai mengandung.
Mengandung mendung yang sonde bisa dibendung.
 
Kami di seberang laut.
Unu, di ujung langit yang lain.
 
Ini hujan pulang kembali.
Ini hati mendung kembali.
 
Ini doa buatmu Unu.
Aminkan saja dari ujung lanhit yang lain.
 
Ell Bani,Manumuti 2018

  • view 51