Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Filsafat 24 Januari 2018   16:31 WIB
Bahasa Nilai dan Tahun Baru

Cara berpikir seseorang turut dipengaruhi pula oleh perubahan zaman. Karena itu setiap cara berpikir tidak terlepas dari konteks setiap zaman.
 
Kita memasuki tahun 2018. Tahun yang baru ini pun menuntut mental yang baru pula. Dalam berbagai bidang,  dengan berbagai cara, perlu diperbaharui. Pembaharuan ini pun tidak sekedar pelafalan kata atau kalimat semata. Karena mental merupakan sifat khas kejiwaan manusia maka manusia patut bertindak menurut kejiwaannya. 
 
Ada ungkapan yang mengatakan, agere sequitur esse, yang artinya bertindak menurut cara berada. Manusia berada sebagai makhluk yang unik dan istimewah karena kepadanya, sejak diciptakan, ia dikaruniakan akal budi dan kehendak bebas. Karena setelah tercipta baik adanya maka pada prinsipnya kodrat manusia sebenarnya selalu terarah pada sesuatu yang baik pula. 
 
Berkaitan dengan itu, dalam dunia pendidikan pun perlu dilakukan pembaharuan-pembaharuan. Pendidikan yang mengandalkan kekerasan perlu dipandang sebagai kenyataan yang menciderai martabat manusia. Memperlakukan perserta didik sebagai obyek perlu diubah. Peserta didik patut diperlakukan sebagai subyek. Peserta didik bukanlah obyek pelampiasan amarah guru. Guru juga bukanlah penguasa diktator dengan pedang anarkis. 
 
Untuk mengasah dan mengasuh peserta didik perlu ditanamkan bahwa penilaian boleh berjalan tetapi pembinaan pun harus tetap berjalan. Segala pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik patut diberi sanksi produktif tetapi pembinaan haruslah tetap berjalan bersamaan. 
 
Mari kita menciptakan situasi edukatif yang lebih bersaudara dan lebih berkeluarga di tahun yang baru ini. Zaman memang berubah tidak perlu meminta persetujuan dari manusia tetapi manusia tetap memiliki tugas etis untuk mengubah segala informasi modern menjadi peluang untuk berubah. 
 

Karya : Yudel Neno