Branding & Marketing: Perbedaan dan Mengapa Keduanya Penting di Dunia Bisnis

Yessy Niarty
Karya Yessy Niarty Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 27 November 2016
Branding & Marketing: Perbedaan dan Mengapa Keduanya Penting di Dunia Bisnis

Istilah branding dan marketing bukan hal yang asing lagi, terutama bagi mereka yang menggeluti dunia bisnis yang selalu berkembang seiring berjalannya waktu. Namun, apa perbedaan keduanya dan mengapa penting bagi keberlangsungan bisnis agar terus berjalan dan tidak berhenti di tengah jalan atau bahkan di awal perjalanan?

Pertama, perlu diingatkan kembali bahwa brand atau merk adalah identitas produk, sedangkan branding merupakan upaya yang dilakukan dalam mengkomunikasikan nilai/value utama kepada pelanggan/konsumen/klien sehingga nilai tersebut akan tertanam di dalam benak mereka dan membentuk rasa keterikatan secara emosional serta membuat mereka setia pada merk produk dan perusahaan/toko. Intinya, jika berhasil melakukan branding, ketika ingin membeli produk tertentu, pelanggan langsung ingat dengan brand/merk kita, sehingga mereka tidak akan mau berpaling dan akan selalu melakukan pembelian ulang meskipun ada banyak pesaing di luar sana.

Mengapa branding penting?

Branding bukan soal "beli produk kami karena kami lebih baik daripada produk pesaing", namun branding lebih kepada "inilah kami dan produk kami. Jika anda menyukai kami dan produk kami, silakan lakukan pembelian, dukung terus keberlangsungan produk kami, dan sebarkan berita ini kepada kerabat serta teman anda."

Sebagai contoh, saya telah melakukan survey kecil-kecilan di kalangan pertemanan saya. Jadi, saya menanyakan pada mereka jika disodorkan sampel Iced Caramel Macchiato milik Starbucks versus milik cafe lokal dengan catatan ukurannya sama, rasa yang tidak jauh berbeda dan GRATIS. Tentu saja jawabannya tidak aneh lagi, sebagian besar dari mereka pasti memilih Starbucks. Saat saya bertanya apa alasan mereka memilih Starbucks, beberapa di antara jawaban tersebut: (1) sudah pernah membeli menu tersebut di Starbucks dan memang sudah langganan; (2) merk Starbucks sudah terkenal dan memiliki nilai 'gengsi' yang lebih tinggi. See? Ternyata branding benar-benar memiliki peranan yang luar biasa di sini. Padahal bukan berarti produk lokal tadi kalah dari segi rasa dan kualitas, namun dari segi brandingnya saja yang kalah.

Branding memerlukan proses kreatif seperti pembuatan logo, penentuan slogan, mendefinisikan pesan yang hendak disampaikan, mengintegrasikan brand/merk dengan kegiatan usaha, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya yang bertujuan untuk membentuk persepsi pelanggan. Oleh karena itu, perlu dipikirkan dengan matang dan out of the box, sehingga brand/merk tersebut mampu melekat di hati pelanggan dan membuatnya beda dari pesaing. Seperti contoh Iced Caramel Macchiato Starbucks versus milik cafe lokal tadi, seandainya cafe lokal mau berinovasi dan membuat branding tersendiri yang jauh lebih kreatif dan beda, misalnya dengan menciptakan nama menu baru atau inovasi rasa, tentu akan menciptakan nilai baru yang melekat di hati konsumen dan bukan tidak mungkin dapat menjadi pesaing baru serta berbahaya bagi Starbucks.

Berikutnya kita akan membahas marketing. Secara pengertian, marketing merupakan upaya yang dilakukan untuk memperluas cakupan pasar, membuat brand/merk semakin dikenal dan dapat menjaring pelanggan baru sehingga potensi pendapatan dapat mengalami peningkatan di kemudian hari. Marketing merupakan pertempuran persepsi, bukan sekedar produk. Maksud persepsi di sini adalah bagaimana sebuah merek dikomunikasikan kepada khalayak. Marketing yang hebat melibatkan iklan yang kreatif dan mampu menyentuh alam bawah sadar target. Sehingga di benak konsumen bukan tentang apa yang mereka dapatkan namun jadi apa konsumen setelah menggunakan produk tersebut. Cara marketing lainnya adalah sistem endorse dan taktik selling (pemberian bonus, diskon, cashback, dan sebagainya).

Branding adalah strategi sedangkan marketing adalah taktik. Marketing tidak bisa dipisahkan dari branding. Sebuah brand/merk mampu mendorong pelanggan melakukan pembelian produk, sehingga secara langsung mendukung apapun kegiatan marketing yang akan/sedang dijalankan. Brand yang baik mampu menyampaikan nilai serta manfaatnya dengan jelas kepada pelanggan tanpa harus melibatkan proses periklanan yang besar dan mahal.

Namun, bukan berarti jika sudah punya brand yang baik marketing malah dilupakan begitu saja. Seperti di awal, marketing penting untuk memperluas jaringan pelanggan baru dan memberikan informasi lebih lengkap tentang produk-produk yang dipasarkan. Hanya saja, untuk bisnis kecil, teknik marketing harus dilakukan secerdas mungkin dan sehemat mungkin. Jika ada yang bisa saya pelajari dari Sophia Amoruso, founder nastygal.com dan penulis #girlboss, salah satu keberhasilan bisnisnya adalah dengan melakukan teknik marketing secara gratis.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana? Apa iya bisa menggunakan dana sekecil mungkin atau bahkan hampir gratis untuk beriklan?

Pertama, branding yang bagus harus diciptakan terlebih dahulu. Tawarkan produk yang beda dan baru atau mungkin inovasi dari produk lain, buat logo dan slogan yang menarik dan kreatif, dan tentukan nilai utama yang menjadi pegangan brand.

Kedua, gunakan pelanggan sebagai pengiklan dan brand ambassador tanpa mereka sadari. Branding yang hebat mampu membuat pelanggan terikat secara emosional dengan brand sehingga mereka akan memberikan informasi tentang brand kepada orang-orang terdekatnya.

Ketiga, gunakan media sosial (libatkan hashtag) sebaik mungkin. Sederhananya, pengguna media sosial akan menggunakan akun-nya untuk berbagi informasi (karena pada dasarnya manusia memang punya insting senang membagikan sesuatu kepada orang lain). Taktiknya begitu mereka menemukan brand kita dan menyukainya, mereka akan membagikannya/share kepada lingkup pertemanan mereka, kemudian berujung pada loyalitas mengasosiasikan brand sebagai 'solusi' terhadap 'masalah dan kebutuhan' mereka.

Teknik beriklan yang baik di media sosial adalah yang mampu memberikan sesuatu bagi pelanggan, entah itu informasi yang bermanfaat sehingga mereka tidak merasa buang-buang waktu saat iklan itu muncul di beranda atau linimasa. Buat mereka terus membaca pesan iklan yang disampaikan hingga tertanam di alam bawah sadar tanpa mereka sadari. Di sinilah kreativitas sangat dituntut. Terus berinovasi dan baca referensi sebanyak mungkin. Sebagai contoh, jika produk yang dijual adalah makanan organik, lakukan langkah marketing dengan membuat postingan tentang manfaat makanan organik. Sampaikan secara samar apa yang bisa mereka dapatkan setelah menggunakan produk kita.

Terakhir, bisnis bukan hanya sekedar uang. Bagi saya, bisnis lebih kepada seni. Banyak celah yang harus ditemukan dan dikembangkan, dan yang jelas tidak ada rumus akurat bagaimana suatu bisnis harus dijalankan. Teruslah berinovasi, membaca lebih banyak, dan ciptakan banyak ide namun jangan lupa untuk mengeksekusinya.

Semoga bermanfaat.

Referensi: Berbagai sumber & hasil riset pribadi

  • view 306