Monolog

Yessy Niarty
Karya Yessy Niarty Kategori Puisi
dipublikasikan 26 Oktober 2016
Monolog

Teater kehidupan telah dimulai,
dengan pelakon tunggal dan dialog bisu.
Rencana berjalan, takdir melantai,
di antara hati yang patah dan bujukan palsu.
Maukah engkau menjadi pendengarku?
Memahami potongan sketsa peran,
menghakimi kenangan dan waktu yang berlari,
tertulis serta terangkum dalam monolog,
berputar dalam rotasi kemalangan dan undian kehidupan.

Thumbnail diambil di sini.