Monolog Pribadi Pt. I

Yessy Niarty
Karya Yessy Niarty Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Mei 2016
Monolog Pribadi Pt. I

Deringnya berisik, tanyanya sama sejak tahun kemarin. Ah, dia kurang kreatif. Tipikal lelaki tak terampil bin nyinyir. Kiranya perempuan usia segini mempan diumpan rayuan klasik. Ah, mungkin dia tak sempat survey berapa kini harga sebatang lipstik. Mungkin dikiranya hati perempuan ini masih sepi. Tak tahu dia sudah berapa lelaki bolak-balik menepi. 

Mungkin pikirnya senja masih selalu tentang dia. Eh, dia lupa senja bisa hadir di belahan bumi manapun jua. Cinta memang membuat lari waktu terasa cepat. Eh, dia lupa bahwa waktu juga membuat cinta hilang dalam waktu singkat. Andai aku boleh berharap, tak usah lah dia yang terus datang. Hadirnya buat damai terguncang. Memutar luka, memainkan aksara buta. Lukisan maya duka terbebat hancur jatuh berkarat. 

Harusnya dia tak pantas muncul di monolog pribadi. Kisah dan wajahnya telah usang ditelan mimpi. Hingga kini yang tersisa hanyalah ingatan benci. Wujudnya rumit menuju pecahan abstrak memori. Ingin rasanya kuratakan semua ingatan maya bertulis namanya. Ingin rasanya kuganti segera dengan wajah lelaki baru. Agar usai kisah yang dia sebut bersama. Agar hilang segala kelopak haru.

Thumbnail diambil di sini

  • view 178