NIKMATNYA ANTRIAN & TETAP BAHAGIA

Yeni Septi Ariyanti
Karya Yeni Septi Ariyanti Kategori Motivasi
dipublikasikan 27 Agustus 2016
NIKMATNYA ANTRIAN & TETAP BAHAGIA

Dalam hidup ini kita bergerak dalam rel yang berbatas. Meloncati setiap peristiwa runut dan begitu apik. Tuhan begitu sempurna mencipta & mengatur segalanya. Siapa yang mau menyalip, dia harus siap tergores, terbanting, terpeleset, terjatuh bahkan terdiam. Semua bergerak harus sesuai giliran.

Lihat saja bagaimana sperma bergerak cepat menembus sel telur. Hingga akhirnya terjadilah keajaiban semesta dari sesuatu yang sangat menjijikkan. Semua bergerak sesuai koridornya. Semua menikmati antriannya.

Di hampir awal bulan antrian kasir menjadi pemandangan biasa. Semua rela berdiri dan menunggu gilirannya. Jarang yang terlihat seenaknya meloncati saudara di depannya. Bahwa dalam kondisi bahagia (habis belanja) mereka bisa tetap tenang dalam masa menunggu.

Sekolah pun seperti itu. Dari tingkat yang rendah menuju tingkat yang lebih tinggi. Dari yang ketemu teman cuma lari-lari sampai yang sama-sama berjuang untuk mampu berdiri mandiri. Semua berada dalam rel nya. Siapa yang menyerobot, kacau hidupnya.

Pun dalam menanti jodoh atau anak. Sejatinya kita semua sedang mengantri pada antrian semesta. Menanti giliran yang Tuhan tetapkan. Kita tak perlu bermuram durja. Berkecil hati. Menekuk muka. Kita ini semua sedang mengantri. Tunggu saja..bersabar saja.. masanya akan tiba.

Mereka yang menikah atau punya anak lebih dulu belum tentu lebih bahagia dari dirimu yang masih sendiri dalam menanti. Dalam antrian ini bahagia yang dicari. Orang sering berdoa minta bahagia dunia dan akhirat. Yaa karena memang itu yang dicari. Harta melimpah jika tak bahagia untuk apa. Punya pasangan kalau tak merubah hati lebih bahagia buat apa. 

Maka bersabar saja dalan antrian menuju BAHAGIA..

Tuhan tidak tidur apalagi berleha-leha menyaksikan makhluknya dalam duka. Tuhan pasti bersama kita dalam masa mengantri ini. Jangan hilang keyakinan akan rahmatNya.

Yang terakhir.. perlu selalu diingat dan direnungkan bahwa antrian kematian harus lebih mengingatkan diri. Karena tidak berguna segala mimpi jika antrian ini berakhir pada nomor cabut diri ini.

Nikmati antrian

Tetaplah bahagia

 

~yenisa

 

  • view 209