Kisah Masa Lalu

Yeni Ratnasari
Karya Yeni Ratnasari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Maret 2016
Kisah Masa Lalu

Gadis itu..

Seorang gadis kecil ceria tapi pendiam. Dia lahir tahun 1993. Selalu terlihat membawa buku di tangannya sekalipun ketika bermain. Rambutnya lurus ,panjang dan sering dikucir 2. Masih seorang gadis kecil yang polos dan pemalu. Belajar bukan beban baginya, bukan juga karena ia seorang anak sekolah dasar, tapi ia belajar karena menyenanginya. Semua itu mengalir perlahan disetiap waktunya. Itu juga karena bimbingan orang tua yang membimbingnya untuk selalu belajar.

Kadang kala, ketika musim angin tiba. Iya mengemas makanan,dan tak lupa buku di tas gendong kecilnya. Ia senang memanjat pohon , diam diatasnya, merasakan sepoi angin dan disitulah ia juga senang membaca dan belajar(diatas pohon). Hamparan rumput hijau dan pohon-pohon terhampar disepanjang pandangannya. Setiap sore, gadis kecil itu ikut menggembala kambing bersama ayah tercintanya ke hutan dekat rumah. Ia masih seorang gadis kecil yang polos.. yang belum mengenal sedikitpun dunia luar selain dunia perkampungan. Bermainpun ya.. disekitar hutan.

Ia sangat menyukai musim angin. Mendengar desir daun, melihat ranting menari lenggok kanan lenggok kiri, dan tentunya hembusan angin yang selalu menyejukan dirinya. Jika musim rambutan tiba, ia tak takut untuk menaiki pohon meski sangat tinggi. Ia sering bermain dengan anak laki-laki sebaya sekampungnya, bermain egrang, petak umpet, kucing tiang, berenang disungai, dan permainan tradisonal lainnya bahkan ikut mencari cacing juga untuk memancing.

Belum ada dunia teknologi dalam dirinya. Rumahnya pun sangat sederhana, terbuat dari bilik bambu dan hanya bercahayakan lampu 5 watt. Ia selalu dititipkan ke tetangga kala subuh meyingsing, kedua orang tuanya harus pergi mencari nafkah. Sekolah yang cukup jauh dari tempat tinggal nya , ia susuri dengan senang hati bersama teman-temanya. Jalan yang naik turun sekalipun. Canda tawa teman-temannya selalu menghiburnya. Sampai akhirnya ia dan keluarga harus pindah rumah, itu kurang lebih ketika ia duduk dikelas 4 SD. Ia beranjak dewasa ditempat berbeda yaitu tempat tinggal barunya. Ia menyimpan semua kenangan bersama teman-teman sebelumnya. Dan itu tidak mengubah sifatnya. Ia tetap menjadi seorang gadis kecil yang selalu belajar disetiap kesempatan dengan buku di tangannya.

Ditulis : Purbalingga, 5 April 2015