Si Gadis Pendiam nan Pemalu

Yeni Ratnasari
Karya Yeni Ratnasari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Juni 2016
Si Gadis Pendiam nan Pemalu

Gadis kecil pendiam dan pemalu itu kini telah tumbuh dewasa. Bisa dibilang kini ia masih pendiam namun tidak lebih pendiam dibanding masa kecilnya. Ia tumbuh bersama waktu. Dengan kasih sayang keluarga yang sangat ia cintai. Namun satu hal.. gadis itu masih menjadi gadis yang sangat pemalu. Ketika dalam keramaian, ia menjadi pendiam kembali. Seorang gadis yang tidak bisa mencairkan diri namun hanya bisa dicairkan dalam suasana ketika bersama.

Teman paling dekatnya hanyalah buku dan pena yang selalu membersamainya. Ia banyak bercerita lewat tulisan dalam bukunya. Ia.. dan segala rasa yang dipendam tak lagi ia utarakan pada siapa pun kecuali pada buku dan Allah Tuhan-Nya. Gadis itu..adalah pendengar yang baik. Berapa lama pun temannya bercerita, ia pasti mendengarkan. Meskipun ia sendiri sudah jarang bercerita tentang dirinya. Ia menjadi lebih senang menulis. Mengekspresikannya lewat tulisannya sendiri di buku khusus yang telah ia siapkan.

Tapi..

Suatu ketika kesedihan muncul di dalam hatinya. Gadis itu merasa seorang diri. Tanpa sahabat yang selalu membersamainya. Kumpul bersama pun, ia sering mendapati punggung-punggung temannya. Gadis itu..sering merasa sendiri, sekalipun dalam keramaian. Ia bertanya-tanya siapa dirinya sebenarnya? Ia kalut dalam pikirannya dan perasaannya yang tak pernah di ungkap kepada orang lain. Ia hampir lupa cara menceriakan hatinya. Ia hampir lupa cara untuk selalu tersenyum dan bahagia. Ia pun tidak tahu cara men-spesialkan orang lain…

Gadis itu.. kembali menjadi pendiam.. dengan berbagai perasaan yang menjadi rahasia di dalam hatinya.

Setiap hari ketika ia membuka mata dari tidurnya ia …. ada dengan harapan yang lebih baik. Harapan yang selalu ia ajukan pada tuhannya (Allah).

—–

Ah.. terlalu rumit menceritakan kehidupannya. Jika boleh meminta ..ia ingin keceriaan nya kembali.

"Cerita gadis pendiam dalam perantauan"

  • view 318