"Lebih Seru Baca Komentarnya Daripada Beritanya"

Bi Yasmin
Karya Bi Yasmin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Februari 2016

?

Banyak Sosial Media yang memposting berita-berita terkini. Berita politik, kriminal, selebritis, dan lain sebagainya. Tidak sedikit berita para politisi atau selebriti yang dikritisi habis-habisan. Kemudian timbullah yang seringkali kita sebut haters. Mereka mengkritisi mulai dari kata-kata juga sepak terjang mereka. Tidak satu dua diantara mereka bersikap acuh tak acuh. Ada pula yang mulai risih dan ingin melaporkan ke pihak yang berwajib. Setiap hari masyarakat ikut memantau berita dan mengkritisi. Apakah kita termasuk di dalamnya?

Postingan berita di media sosial bebas untuk dikomentari bahkan dikritisi. Berita yang terkini dan memicu kontroversi merupakan santapan yang nikmat. Tidak hanya satu, dua, puluhan, bahkan ratusan komentar yang menggelayuti berita tersebut. Komentar-komentar pedas pun menjadi santapan haters dan tak kalah followers mengomentari haters. Timbullah perdebatan di media sosial. Bagaimana anda melihat ratusan pendapat masing-masing awak?

Dalam hal berpendapat berita dalam media sosial, sebagai orang awam terhadap berita yang kontroversial kadang hanya melihat dalam satu sisi sedangkan sisi-sisi yang lain belum kita cermati. Itulah yang kemudian menjadi perdebatan panjang lagi. Kata demi kata dapat menjadi bumerang bagi pemiliknya. Kata-kata itu mampu melukai dirinya sendiri. Istilah mulutmu harimaumu sekarang menjadi sedikit tergeser dengan istilah ?jarimu harimaumu?. Ada kebebasan dalam berkata, maka kita harus berhati-hati agar tak melukai. Bolehlah kita berpendapat, tapi kita juga harus berhati-hati dengan kata-kata kita sendiri karena kelak kata-kata dapat berpulang ke rumah pengucapnya. Sebagai makhluk sosial ada baiknya jika kita saling mengingatkan agar keindividuan kita tidak menjadi keegoisan semata.

Sebagai individu yang bersosial, ketika kita mengingatkan satu sama lain kadang dikira menggurui atau dibilang sok tau. Ya begitulah berpendapat. Setiap orang berhak mengutarakannya. Bagaimana menurut anda?

Ada hal unik lagi dalam sebuah komentar dalam berita-berita kontroversial yang terkini yaitu menjadi pengamat. Tidak satu dua orang berpendapat ?lebih seru baca komentarnya daripada beritanya? . Sikap unik yang menjadi titik aman bagi kita.? Sikap netral untuk tidak berkomentar dan mengamati jalannya cerita. Tidak berpihak satu sama lain. Bukan pula menjadi penengah. Bukan menjadi hater atau follower. Netral.

Berkomentar boleh, berpendapat boleh, diam boleh. Kita berhak memilihnya. Pendapat, komentar, atau kritikan sebenarnya merupakan penilaian orang lain terhadap kita. Ada baiknya jika kita bercermin dan memetik pelajaran dalam setiap peristiwa yang terjadi. Menjadikan pendapat sebagai cerminan bagaimanakah kita di mata orang lain. Menjadikan komentar sebagai penilaian orang lain terhadap diri kita. Menjadikan kritikan sebagai pembangkit kita untuk menjadi lebih baik. Menjadikan semua itu sebagai pelajaran bagi diri kita sendiri meskipun tidak mengalaminya. Semoga kita menjadi individu yang bijak untuk pribadi dan dalam bersosialisasi.

?

?

?

  • view 149