Memanas di Hari Pertama Puasa

Bi Yasmin
Karya Bi Yasmin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Mei 2017
Memanas di Hari Pertama Puasa

Matahari di atas kepalaku, mulai memanasi apa yang ada dalam pikirku. Terlalu panasnya membuat awan-awan beriringan. Sepertinya mereka membicarakan aku. Aku bertanya tak dijawab. Menjawab pun tak dihiraukan. Matahari, adakah cahaya bulan yang kau sesalkan? Adakah dedaunan yang kau sesalkan karena pemberianmu?

Hidup penuh misteri. Aku tak tahu apa sebab matahari begitu panas kepadaku hari ini. Sampai berapa hari terus begini? Pepohonan menyuruhku bersembunyi di baliknya. Aku iya kan. Apa selamanya aku akan di bawah pepohonan. Inikah kutukan untukku?

Matahari mungkin diam-diam mengamatiku. Ingin menghentakkan lidah apinya ke kerongkonganku. Lihatlah semua, tulangku tak terbuat dari titanium. Apalagi organ dalamku. Aku bisa saja jatuh dan bangkit, Apakah aku bisa bertahan?

Aku kira aku tak punya pembelaan. Bagaimana jalanku pulang? Aku ingin pulang segera. Saat ini juga. Bukan karena aku tak mampu lagi menghadapi matahari. Yang aku khawatirkan pepohonan tak cukup akan matahari. Karena di sana ada aku.

Maaf matahari, selama ini aku tak menghamba padamu. Aku tak menganggapmu Tuhan. Aku hanya menjalani hidup, dimana ada aku, kamu, dan semuanya sebagai hamba. Jika aku menghindar darimu itu memang salahku karena aku tidak mampu mengartikan sinar panasmu, kadang jika dirimu tak tampak sebenarnya aku juga mencarimu. Kau seolah benci dan kecewa padaku. Aku tahu maafku tak terdengar. Marilah sama-sama mengoreksi diri sebelum senja tiba dan kita menghilang.

  • view 47