Cerita Singkat Ini Bikin Para Ladies Enggan Pencitraan di Sosmed

Yani Al Qudsy
Karya Yani Al Qudsy Kategori Agama
dipublikasikan 03 Oktober 2017
Cerita Singkat Ini Bikin Para Ladies Enggan Pencitraan di Sosmed

Cover or Composition?

Satu hari... Seorang gadis bingung siapakah yang akan diterima sebagai calon imam (baca: suami). Dia menginginkan sang imam nantinya adalah lelaki yang bisa membawanya kepada pernikahan yang diridhoi Tuhan.

Si gadis sebenarnya tak alim-alim amat, tak pintar-pintar amat, dan tak baik-baik amat. Yang penting setor ibadah lima waktu gak bolong saja itu sudah mending. Kalo soal menyentuh kitab suci..., wajarlah... Bulan puasa kemarin yang penting nyentuh. Entah di luar bulan itu melirik si mushaf atau tidak, whatever! Gak ada yang tahu. Intinya pasangan hidup berkriteria harus yang perfect. Titik.

Usut punya usut, Si gadis bener-bener kesengsem sama ikhwan berpeci dan bersarung, alim, anak baik-baik,  mencintai nasyid, dan segala kriteria lainnya.

Sampai di suatu menit ia membaca sebuah status di sosmed dari seorang ikhwan alim (mendekati kriteria Si Gadis lah). dan beginilah postingan yang membuat Si Gadis kesengsem.

“Sungguh beruntunglah suamimu kelak jika memiliki istri yang tak suka umbar keluh kesah di beranda.”

Jleb! Si gadis buru-buru menghapus postingannya dari yang galau meraja sampai aneka pose lirikan manja.
Selang beberapa detik si gadis membuat status

“Ya Tuhan.. Ampunilah dosaku bila telah membagi-bagi keluh kesah di dunia maya. Padahal masalah seharusnya konsumsi pribadi saja. Semoga aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik, Tuhan...” Hah!!! Status palsu untuk memikat ikhwan. Atau jujur mau disinggahi sang Ikhwan berkomen. 

Sampai pada suatu ketika ada cowok yang hinggap di status gadis.
“Maa Sya Allah.. Bahagianya calon suamimu.. Akan terus ku perbaiki diri untuk mendapatkan gadis sepertimu, Ukhty..”

Singkat kata, postingan dijadikan si ikhwan untuk mampir. Alhasil, di gadis di pedekate'in, si gadis tak tahu bahwa yang mampir adalah ikhwan yang pura-pura alim demi si gadis, begitupun status-statusnya yang menginginkan kesempurnaan dalam mendapatkan wanita/istri. Apakah salah? Siapa yang patut menyalahkan? Beranda sendiri... 

Tak usah panjang-panjang, singkat kata karena seringnya berinteraksi, keduanya jatuh cinta. Tanpa menyadari sebelumnya bahwa keduanya saling pura-pura alim agar tampak bahwa masing masing yang terbaik. Dan yang terjadi berikutnya adalah.... "Pernikahan." Ya, sesuatu yang sakral itu terjadi karena mereka saling menemukan kesempurnaan di mata masing-masing.

Pernikahanpun di gelar, dan..., lanjut scene/episode dua bulan setelahnya.. Bahwa, mereka sama-sama kecewa... Drama kepura-puraanpun terbuka. Tidak ada tabiat asli yang tertutup. mereka sama-sama menemukan bahwa masing-masing ternyata jago bercitra di dunia maya. Bahwa hasil dari pencitraan mereka benar-benar terkuak dari keduanya. 

So, for ladies... Jangan pura-pura alim menjadi bukan diri kita hanya untuk mencari pria alim, siapa tahu si pria itu juga pura-pura alim.

(Yani Al-Qudsy)

  • view 65