Segitiga Wajib Fotografi

Segitiga Wajib Fotografi

Muhammad Yaqzhan
Karya Muhammad Yaqzhan Kategori Teknologi
dipublikasikan 03 September 2016
Segitiga Wajib Fotografi

Assalamualaikum Wr.Wb

Sebelum kita mempelajari dasar-dasar dalam berfotografi, ada baiknya kita mengetahui dan menguasai dulu sejarah fotografi yang sebenarnya, supaya semangat kita untuk menguasai fotografi lebih-lebih lagi. Selama ini yang kita ketahui penemu kamera berasal dari tokoh barat, selalu. Tapi, apakah kalian tahu bahwa jauh sebelum itu sudah ada tokoh Muslim yang menemukan prinsip kerja kamera itu sendiri. Tokoh legendaries Muslim yang berasa dari Basra itu adalah Ibnu Al-haitham (965-1039M) yang berhasil menemukan kamera Obscura bersama rekannya Kamaluddin Al-farisi. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari.

Kajian ilmu optic berupa kamera obscura itulah yang mendasari kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai “ruang gelap”. Biasanya, berbentuk berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya, kalau kalian masih inget, dulu waktu sd, guru-guru juga suruh buat semacam ini. Nah, teori yang dipecahkan Haitham itu telah mendasari penemuan film yang kemudian disambung-sambung dengan perangkat lain dan dapat dimainkan kepada para penonton.

Oke, sekarang kalian sudah mengetahui sejarah singkatnya kan? Yang penting selesai baca ini, kalau ditanya siapa penemu kamera, kalian bisa jawab, which is really cool kan?. Tanpa basa-basi langsung aja kita lanjutkan ke dasar-dasar yang harus diketahui dalam berfotografi. Sebelumnya, gua mau nanya deh, sebenarnya apa sih itu fotografi? Singkatnya, fotografi itu, dimana kita melukis dengan cahaya. Ya betul, cahaya adalah hal terpenting dalam berfotografi. Tidak ada cahaya, tidak ada foto (bisa sih sebenarnya, tapi ya..gitu). Oke selain cahaya, ada tiga komponen lain yang harus banget, banget, banget diperhatikan dan dikuasai karena jika salah satunya tidak ada atau kamu nggak ngerti maka hasilnya tidak bisa disebut ideal. Jadi apasih komponen-komponen itu?

Aperture

 

Aparture adalah bukaan lensa kamera, tempat dimana cahaya akan masuk. Di kamera slr/dslr lambangnya f. Semakin besar bukaan lensa kamera tersebut semakin banyak cahaya yang masuk, begitu juga sebaliknya. Aparture juga digunakan untuk mengendalikan kedalaman ruang (depth of field/dof), singkatnya biar bisa background burem-burem gitu.

Jika klen berada di tempat yang cahayanya sangat terang, contoh kalian foto seruangan sama gua. Atau contoh lain, kalian foto di luar di tengah hari, maka kita bisa naikkan aparturenya. Aparture juga bisa digunakan untuk mengatur kedalaman ruang. Aparture besar membuat kedalaman ruang menjadi tipis. Akibatnya latar belakang subjek menjadi buram/kabur.

Contoh aperture dalam kamera: f/1, f/1.4, f/2, f/4. f/5.6, f/8, f/16, f/22, dst.

Ingat!! Angka aperture kecil berarti bukaan besar dan angka aperture besar berarti bukaan kecil.

Shutter Speed

Shutter speed adalah durasi kamera saat membuka sensor untuk menyerap cahaya. Semakin lama durasinya, semakin banyak cahaya yang masuk ke kamera dan hasil foto akan bertambah terang. Lagi, seperti wajah gua, hee bercanda. Satuan shutter speed adalah detik atau pecahan detik. Biasanya, berawal dari dari 1/4000 detik sampai 30 detik, lumayan lama tuh, yang penting nggak selama nunggu future wife, sedih.

Dalam prakteknya, kita menggunakan shutter speed yang tinggi untuk membekukan gerakan subjek yang petakilan alias nggak bisa diem. Contohnya, ketika kita ingin mengambil foto objek yang banyak bergerak seperti pemain bola, atau orang yang sedang berlari dari kenyataan, eh. Maka kita menggunakan shutter speed yang perdetiknya tinggi. Seperti, 1/250 atau 1/320, dst. Sebaliknya, kita menggunakan shutter speed yang rendah untuk merekam efek gerak, seperti merekam pergerekkan air, contohnya kaya foto-foto default windows lama yang air terjun-air terjun itu.

via GIPHY

ISO

Yang terakhir adalah ISO atau dulu kenalnya ASA. ISO adalah ora iso, wkwkwk. Bukan-bukan, ISO adalah ukuran sensivitas sensor terhadap cahaya, BOOM!. Dengan angka besar berarti sensivitas terhadap cahaya tinggi. ISO dengan angka kecil berarti sensivitas terhadap cahaya rendah. Namun, ISO dengan angka tinggi dapat menyebabkan hasil foto yang ber-noise atau bintik-bintik yang membuat kualitas foto menjadi kurang kece.

Nah, tiga komponen inilah yang gua maksud dengan segitiga wajib fotografi. Pesan penting dari gua, setelah membaca tulisan gua yang super-duper keren ini, jangan diem di tempat aja, menyebarlah kalian ke seluruh permukaan bumi untuk latihan fotografi, ambil kamera kalian, nggak harus slr/dslr, hp juga bisa. Karena untuk jago fotografi itu nggak instant, perlu banget yang namanya latihan. Dan style orang berbeda-beda, karena interest kita akan sesuatu juga beda. So, jangan patah semangat (belum juga mulai), semangat terus dan terima kasih, Wassalamualaikum! 

 

 

 

 

 

 

  • view 555