Tentang Wastu Kencana | Coffee Time Eighteen Plus

Wastu Kencana
Karya Wastu Kencana Kategori Inspiratif
dipublikasikan 12 September 2017
Tentang Wastu Kencana | Coffee Time Eighteen Plus

 

Wastu Kencana lahir di Jakarta Timur pada 5 September 1994. Ia seorang pekerja seni bergaya hippie/bohemian yang senantiasa gemar melakukan meditasi, melukis, serta kegiatan tulis menulis. Selain itu, ia juga seorang solois psikedelik eksperimental.

Karya-karya musiknya, Coffee Time Eighteen Plus bisa kita jumpai di soundcloud.com/coffeetime18plus

Tidak ada bakat khusus, secara otodidak terjun ke dunia seni. Ia juga tidak sadar pernah tekun mengikuti seni lukis selama hampir 3 tahun dan berkunjung ke Museum Basuki Abdullah bersama kelompok seni rupa. Mengenai gaya lukisan, ia adalah seorang non-konvensional yang cenderung mengarah pada spontanitas abstrak dekora magis. Semakin aneh bentuk dan unik lukisan, ia semakin menyukainya.

Tentang karya tulisan, ia memulai segalanya dengan menjadi seorang esais pada sosial media. Ia kerap banyak menulis polemik seputar hidup dan juga lain sebagainya. Namun seiring waktu, seiring cinta, ia menjadi ramah dengan menjauhi hal seputar polemik, bahkan menjadi lebih suka menertawakan dirinya sendiri.

Setidaknya, ia memiliki ruang tersendiri di khazanah kesusastraan Indonesia. Dan hingga kini, ia masih aktif bekerja secara freelance mengerjakan berbagai proyek kegiatan independen.

 

Untuk berkirim pesan, silakan hubungi via email:

coffeetimeart@gmail.com

 

Atau juga bisa di sapa melalui sosial media:

 Twitter @wkenca

Instagram @wkenca

Line (ID) coffeetime18plus

Facebook Facebook.com/wkenca

Fanspage Facebook.com/coffeetime18plus

 


Cerita Lainnya

Coffee Time Eighteen Plus tercipta pada 5 September 2012–tepat pada hari ulang tahun Wastu Kencana yang ke-18.

Baginya, musik yang ia ciptakan adalah sebuah refleksi kejiwaan untuk dirinya sendiri. Uniknya, bahkan ia tidak bisa memainkan sebuah alat musik/instrumen dengan baik. Sebab ketika bermusik, ia hanya mengandalkan kecerdasan emosional (EQ) yang kemudian tenggelam dengan sendirinya mengikuti gerak intuisi.

Musik ini juga hanya memiliki wujud berupa digital format, yang dirilis secara online sebagaimana juga dapat diunduh secara gratis via Soundcloud, Reverbnation, dan Youtube.

Pada akhir September 2016, Wastu Kencana mendapatkan tawaran untuk bekerjasama dengan Addin Ikhwani–seorang sutradara, penulis naskah dan sekaligus juga pemeran teater. Beberapa lagu dari Coffee Time Eighteen Plus terpilih menjadi bagian dalam naskah teater bertajuk “Teror”, yang dibawakan oleh kelompok Teater DNA dalam sebuah agenda tahunan Festival Teater Jakarta Selatan.

Selain itu, Coffee Time Eighteen Plus juga banyak bekerjasama dengan beragam musisi dan seniman, berkolaborasi baik dari segi musik hingga desain sampul. Mereka di antaranya adalah Zaky Lazuardian, Dhimas Zoso, Inggo, Nadia Hutagalung, Matt Williams (London, UK), Joanne Rigbye (Melbourne, Australia), dan masih ada banyak lainnya.

Sejauh ini, Coffee Time Eighteen Plus juga banyak mendapat apresiasi dari sejumlah kelompok musik independen di Australia, Eropa, hingga Amerika.

  • view 15