PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP TINGKAH LAKU ANAK REMAJA

wiwin fitriani
Karya wiwin fitriani Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 Januari 2018
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP TINGKAH LAKU ANAK REMAJA

 

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP TINGKAH LAKU ANAK REMAJA

 

Wiwin Fitriyani Bana

Fitrianiwiwin1.@gmail.com

Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Kupang

Abstrak

Pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku anak remaja merupakan Salah satu bagian perkembangan masa anak remaja yang tersulit. penyesuaian terhadap lingkungan sosial anak .remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalam hubungan interpersonal yang awalnya belum pernah ada, juga harus menyesuaikan diri dengan orang dewasa diluar lingkungan keluarga dan sekolah. Untuk mencapai tujuan pola sosialisasi dewasa, remaja harus membuat banyak penyesuaian baru. Ia harus mempertimbangkan kelompok sebaya, perubahan dalam perilaku sosial, membentuk kelompok sosial baru dan nilai-nilai baru memilih teman.

 

Kata kunci : pengaruh lingkungan, tingkah laku, anak remaja.

 

Pendahuluan

Masa mudah dalam kehidupan manusia adalah masa yang dapat dikatakan penuh harapan dan semangat.jika ditinjau dari segi biologis ia sedang dalam puncak kesempurnaan, dimana tubuh sedang mengalami pertumbuhan atau reproduksi sudah mulai aktif ke segala fungsinya.

Sekarang ini banyak remaja yang terjerumus terhadap pergaulan bebas yang tidak sehat. Contohnya saja banyak remaja yang merokok di tempat umum, memakai obat-obatan terlarang, perkelahian, dan sebagainya. Hal itu disebabkan karena faktor lingkungan yang mempengaruhi pergaulan mereka.

Secara konseptual lingkungan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak remaja. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku tingkah laku anak remaja yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.

`           lingkungan keluarga merupakan peranan yang sangat penting terhadap tingkah laku anak remaja, terutama penciptaan pergaulan yang sehat. Betapa pentingnya peranan anak remaja dalam menentukan masa depan bangsa dan Negara. Sebab, anak remaja juga generasi penerus perjuangan bangsa.

Lingkungan keluarga merupakan aspek yang pertama dan utama dalam mempengaruhi perkembangan tingkah laku anak remaja.

Anak remaja lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan keluarga, sehingga keluarga mempunyai peran yang banyak dalam membentuk perlaku dan kepribadian tingkah laku anak remaja serta memberi contoh nyata kepada anak remaja.

Lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat juga berpengaruh dalam perkembangan tingkah laku anak remaja

Lingkungan sekolah mempunyai peranan dalam mengembangkan potensi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki anak remaja, menciptakan budi pekerti yang luhur, membangun solidaritas terhadap sesama yang tinggi, serta mengembangkan keimanan dan ketakwaan anak remaja agar menjadi manusia yang beragama dan beramal kebajikan.

Dilingkungan masyarakat mempunyai peranan dalam mengembangkan perilaku dan kepribadian anak remaja. Dalam masyarakat anak bergaul dengan teman sebayanya maupun yang lebih mudah atau bahkan yang lebih tua. Dari pergaulan inilah anak remaja akan mengetahui bagaimana orang lain berperilaku dan anak remaja dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masyarakat serta anak remaja dapat berpikir dan mencari penyelesaiannya.

 

 

 

 

Bagian inti

  1. Pengertian lingkungan

Menurut beni Ahmad Saebani dan Hendra Akhdiyat (2009:262) lingkungan adalah ruang dan waktu yang menjadi tempat eksistensis manusia. Dalam konsep ajaran pendidikan islam, lingkungan yang baik adalah lingkungan yang diridhoi oleh Allah dan rasulullah SAW. Misalnya lingkungan sekolah, madrasah, masjid, majelis taklim, balai musyawarah, dan lingkungan masyarakat yang islami.adapun lingkungan yang mendapat murka Allah dan rasullnya adalah lingkungan yang dijadikan tempat kemaksiatan dan kemungkaran.

Bagi umat islam, lingkungan yang baik dan berpengaruh dalam meningkatkan akhlajk yanh muliah adalah lingkungan yang sehat dan dijadikan tempat berbagai kegiatan yang bermanfaat, seperti pendidikan islam, pengajian, dan aktivitas islami lainnya.

  1. Pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku anak remaja

Menurut syureich(1990:37) lingkungan mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk perubahan sikap dan perilaku seseorang, terutama pada generasi mudah dan anak-anak. Misalnya, tidak dapat diabaiakan pengaruh lingkungan pergaulannya. Seseorang menjadi muslim atau nasrani atau agama lainnya adalah karena lingkungan sosialnya. Apabila lingkungan sosialnya islam maka seseorang biasa menjadi islam dan apabila lingkungan sosialnya nasrani, maka seseorang bias menjadi nasrani pula, demikian seterusnya. Lebih jauh lagi dapat dikatakan, bahwa lingkungan sehari-hari di masyarakat dapat menjadikan sesorang itu menjadi orang yang beriman atau menjadi kafir. Demikian kuatnya pengaruh lingkungan pergaulan itu pada diri seseorang, sehingga anak yang di didik baik-baik di rumah keluarganya menjadi anak yang nakal (Brutal), yang membuat keresahan hidup bagi orang tuanya.

Oleh karena itu menurut Thalib (1995:97-99) bahwa orang tua harus selalu mengawasi lingkungan pergaulan anak, terutama orang tua harus mampu memerhatikan teman-teman anaknya, karena anak-anak sejak berumur kurang lebih 4 tahun sudah dapat bergaul dengan orang-orang diluar lingkungan keluarganya.

Maka dari itu, menurut Buchori Nasution (2005:75) sebagai orang tua tidak dapat melepaskan anak begitu saja kepada lingkungan sesuka dia.pola hidup, budaya, perilaku serta sosial kita berpengaruh disini. Oleh sebab itu arahkanlah kepada lingkungan yang kondusif terhadap misi pembinaan. Perhatikanlah lingkungan bermain, lingkungan sekolahnya, lingkungan pergaulannya.bila orang tua ingin pembinaan tetap harapannya, maka : 1) Kalau ingin anaknya shaleh pergaulan anak kita harus dengan orang-orang yang berakhlak baik. 2)Kalau ingin anaknya pandai, lingkungan pergaulannya harus bersama orang-orang pandai. 3)Kalau ingin anaknya kaya, ia juga haru memiliki lingkungan orang yang kaya (disamping lingkungan yang kurang mampu tempat membaktikan karunia yang dilebihkan Allah padanya).

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku anak remaja sebagai berikut :
  2. Lingkungan keluarga

Keluarga dikenal sebagai lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Predikat ini mengidentifikasikan betapa esensialnya peran dan pengaruh lingkungan keluarga dalam pembentukan perilaku dan kepribadian anak remaja.

peran keluarga lebih banyak memberikan pengaruh lingkungan, baik dari dalam penyediaan fasilitas maupun penciptaan suasana belajar yang kondusif. Sebaliknya, dalam hal pembentukan perilaku, sikap dan kebiasaan, penanaman nilai, dan perilaku-perilaku sejenis, lingkungan keluarga biasanya memberikan pengaruh yang sangat dominan. Karena itu tidaklah mengherankan kalau Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2/1989 menyatakan secara jelas bahwa keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan.

Selanjutnya, Radin menjelaskan 3 kemungkinan cara yang dilakukan orang tua dalam mempengaruhi anak, yakni sebagai berikut. 1) permodelan perilaku (modeling of behavior). Baik disengaja atau tidak, orang tua dengan sendirinya akan menjadi model bagi anaknya. Imitasi bagi anak tidak hanya yang baik-baik saja yang diterima oleh anak, tetapi sifat-sifat yang jeleknya pun akan dilihat pula. 2) memberikan ganjaran dan hukuman (giving rewards and punishments). Orang tua mempengaruhi anaknya dengan cara memberikan ganjaran terhadap perilaku-perilaku yang dilakukan oleh anaknya dan memberikan hukuman terhadap beberapa perilaku lainnya. 3) nalar (reasoning) pada saat-saat menjengkelkan, orang tua biasa mempertanyakan kapasitas anak untuk bernalar, dan cara itu digunakan oleh orang tua untuk mempengaruhi anaknya.

 

  1. Lingkungan sekolah

Sekolah telah menjadi bagian dari kehidupan anak remaja mereka disekolah bukan hanya hadir secara fisik, melainkan mengikuti berbagai kegiatan yang telah dirancang dan diprogram sedemikian rupa. Karena itu disamping keluarga, sekolah memiliki peran yang sangat berarti perkembangan anak.

Guru adalah orang yang sudah dididik dan dipersiapkan secara khusus dalam bidang pendidikan. Dalam konteks perkembangan anak, hal tersebut merupakan salah satu sisi keunggulan guru daripada orang-orang dewasa lain pada umumnya. Karena lajimnya pengalaman interaksi pendidikan dengan guru di sekolah akan lebih bermakna bagi anak daripada pengalaman interaksi dengan sembarang orang dewasa lainnya. Dengan kata lain, interaksi pendidikan disekolah tidak hanya berkenaan dengan perkembangan aspek-aspek pribadi lainnya.

Akhirnya dapat disimpulkan bahwa dilihat dari sisi perkembangan anak, sekolah berfungsi dan bertujuan untuk memfasilitasi proses perkembangan anak, secara menyeluruh sehingga dapat berkembang secara optimal sesuai dengan harapan-harapan dan norma-norma yang berlaku dimasyarakat.

  1. Lingkungan masyarakat

Masyrakat tempat anak hidup dan bergaul, dengan orang dewasa yang juga memiliki peran dan pengaruh tertentu dalam pembentukan kepribadian dan perilaku anak. Disana mereka bergaul, melihat orang-orang berperilaku dan menemukan sejumlah aturan dan tuntutan yang sayangnya dipengaruhi oleh yang bersangkutan.

Perkembangan anak, dari lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat dapat mendukung perkembangan anak di keluarga maupun di sekolah, begitupun sebaliknya.

 

 

 

 

 

Penutup

Kesimpulan/Saran

Setelah penulis membaca dan meriviu beberapa artikel dalam jurnal kependidikan , pada artikel ini sudah penulis menegaskan kembali tentang bagaiamana pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku anak remaja. Faktor yang mempengaruhi lingkungan adalah lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Lingkungan keluarga merupakan aspek yang pertama dan utama dalam mempengaruhi perkembangan tingkah laku anak remaja. Karena itu tidaklah mengherankan kalau Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2/1989 menyatakan secara jelas bahwa keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan.

Radin menjelaskan 3 kemungkinan cara yang dilakukan orang tua dalam mempengaruhi anak, yakni sebagai berikut. 1) permodelan perilaku (modeling of behavior). Baik disengaja atau tidak, orang tua dengan sendirinya akan menjadi model bagi anaknya. Imitasi bagi anak tidak hanya yang baik-baik saja yang diterima oleh anak, tetapi sifat-sifat yang jeleknya pun akan dilihat pula. 2) memberikan ganjaran dan hukuman (giving rewards and punishments). Orang tua mempengaruhi anaknya dengan cara memberikan ganjaran terhadap perilaku-perilaku yang dilakukan oleh anaknya dan memberikan hukuman terhadap beberapa perilaku lainnya. 3) nalar (reasoning) pada saat-saat menjengkelkan, orang tua biasa mempertanyakan kapasitas anak untuk bernalar, dan cara itu digunakan oleh orang tua untuk mempengaruhi anaknya.

Lingkungan sekolah mempunyai peranan dalam mengembangkan potensi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki anak remaja, menciptakan budi pekerti yang luhur, membangun solidaritas terhadap sesama yang tinggi, serta mengembangkan keimanan dan ketakwaan anak remaja agar menjadi manusia yang beragama dan beramal kebajikan. sekolah berfungsi dan bertujuan untuk memfasilitasi proses perkembangan anak, secara menyeluruh sehingga dapat berkembang secara optimal sesuai dengan harapan-harapan dan norma-norma yang berlaku dimasyarakat.

masyarakat mempunyai peranan dalam mengembangkan perilaku dan kepribadian anak remaja. Dalam masyarakat anak bergaul dengan teman sebayanya maupun yang lebih mudah atau bahkan yang lebih tua. Dari pergaulan inilah anak remaja akan mengetahui bagaimana orang lain berperilaku dan anak remaja dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masyarakat serta anak remaja dapat berpikir dan mencari penyelesaiannya. Perkembangan anak, dari lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat dapat mendukung perkembangan anak di keluarga maupun di sekolah, begitupun sebaliknya.

 

 

Daftar Rujuk

Akhdiyat, Hendra dan Beni Ahmad Saebani. 2009. Ilmu Pendidikan islam. Bandung: CV Pustaka Setia

Syureich, 1990. Mendambakan anak shaleh. Jakarta : Offset sistimatis.

Muhammad Thalib, 1995. Tanggung jawab orang tua terhadap anak. Bandung :Irsyad Baetus salam.

Nasution, M.N.2015. Manajemen Mutu Terpadu. Jakarta :Ghalia Indonesia.

 

 

 

 

 

  • view 1.5 K