Soal Sukses Kadang Lucu

Wiwid YK
Karya Wiwid YK Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Agustus 2017
Soal Sukses Kadang Lucu

Sukses itu seperti apa? Memiliki mobil mewah, rumah mewah, motor, travelling ke luar negri, Nongki-nongki, fashion bling-bling dan seabrek harta benda lainnya atau yang seperti apa? 
 
Semuanya memiliki, tetapi saat di tanya bagaimana kabar orang tua? Jawab baik. Sering telfon? Jawab jarang bahkan tidak pernah, juga alasan pembelaan yang lainnya.
 
Di sisi lain, saat Orang tua di tanya bagaimana kabar anaknya. Beliau menjawab, alhamdulillah kabar anak saya baik, sehat, dan sudah mapan. Sibuk kerja tidak sempat pulang nengok orang tua gakpapa yang penting mereka sehat. 
 
Bagaimana kehidupan anda? Saya hidup di kampung jual hasil bumi yang ada. Adanya pisang ya saya jual, adanya nanas, durian, cabe, bawang merah, bawang putih, kelapa, semua hasil bumi yang ada saya manfaatkan. Terlintas memang kerepotan tapi ya biar saja tetangga pada punya mesin cuci, kulkas atau apalah-apalah terserah. Meski tangan saya ini sakit tetap saya buat kerja. Saya balut karena terlalu perih terkena getah melinjo tetap saya buat kerja. Ngejar harga hasil bumi yang lakunya masih bagusg. Sakit perì atau gimanapun hidup di kampung "Ora Ubet Ora Ngliwet". Tetangga mau pada beli peralatan elektronik ya silahkan, yang penting saya bisa makan, hidup gak punya utang. Anak pada jauh, jarang pulang gakpapa yang penting semua sehat. 
 
Kadang mereka menghibur diri, ngobrol di pertemuan-pertemuan semacam Arisan atau kegiatan lain. Yaaa begitulah kehidupan kampung, mau di sebut kampungan yaa munggo kersane to? 
 
Di sisi lain ada saja yang masih kurang-kurang dan kurang tetapi ngotot beli motor sport, ngontrak dengan fasilitas kamar mandi dalam lengkap dengan lapangan futsal dan lapangan golf kan ya yaa ampuuun..., gaji bulanan ada seenggaknya ada yang buat dijagain buat keperluan. 
 
Coba di kampung, mati-matian buat hidup, jangankan dana buat jaga-jaga sebulan, buat sehari saja megap-megap. Belum kehidupan kampung yang sarat dengan keharmonisan lingkungan. Soal kondangan yang misal ga dateng itu gak enak sama temen, gak enak sama tetangga. Mau demo ya demo sama Tuhan mung mrebes mili! ( baca: menangis) Seperti itu semua orang tua yang terus saja menua dan membumi. Merekalah orang-orang sukses dan orang-orang kuat itu.
 
"Saat seseorang itu di bilang sukses, tetapi kehidupan orang tuanya itu tidak sesukses sebuah kesuksesan seseorang yang dimaksud, dalam artian tidak terangkat atau setidaknya kecipratan enakknya, menurut saya kok lucu..., kadang justru kehidupan orang tuanya masih susah dan terseok-seok bahkan sampai di lupakan, ini Benar-benar lucu."
 
Yogyakarta 28 Agustus 2017

  • view 37