Yang Mulia

Wiwid YK
Karya Wiwid YK Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Agustus 2017
Yang Mulia

Hajat segala niat menjadi hamparan luas, tanpa bersabar terasa hambar. Membakar dengan bara kecewa? Kegagalan kadang menyebalkan, namun terkadang justru menjadi guru sebagai pengalaman. Murka tak sepantasnya menjadi pakaian raga, gelap mata melihat harapan hanya menjadi dongeng-dongeng tak berkesudahan. Lidah adalah indra pengecap yang paham pahit getir apa yang ditelannya dan hati sebagai pewakil sang penyabar. Seberapapun hancur, hati berkata "Bertahanlah, terus dalam balutan ba'it-ba'it doa, pujian kepada yang Esa". Yang Mulia, menghamba kepada tuan, yang terlahir dan tertulis bukan untuk menjadi sesuatu yang tidak berguna. Bahagia dengan segala pemberian, dan saat meminta, jika tidak sekarang pastilah nanti diberikan.
 
Yogyakarta 23 Agustus 2017

  • view 22