Ulang Tanggal Bukan Ulang Tahun

Wiwid YK
Karya Wiwid YK Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Agustus 2017
Ulang Tanggal Bukan Ulang Tahun

Bismillah, 
Alhamdulillah, Allahummasoli 'ala sayyidina Muhammad. 
 
Terimakasih atas karunia kehidupan ini, atas di berikannya kesempatan sampai seusia ini. Nikmat sehat, nikmat sakit, nikmat segala nikmat. Yang maha, pengasih, maha pengampun, maha pemurah, maha penyayang, maha segala-galanya Allah azza wa jalla.
 
Ada yang mengatakan, usia hanyalah sebatas angka. Hari ini 21 Agustus 2017 adalah tanggal dimana diriku terlahir dari pasangan seorang ayah dan ibu yang luar biasa, hari ulang tanggal. Memang tidak ada tahun yang di ulang-ulang. Terlahir di dalam keluarga yang mengajarkan untuk menyayangi saudara, menghormati dan menghargai sesama. Memiliki seorang kakak perempuan yang sebegitu baiknya kepadaku. Diriku adalah anak terakhir dari dua bersaudara.
 
Adzan subuh wajib bangun, tidak boleh tidur lagi. Dengan mata yang masih sangat berat untuk terbuka. Selepas sholat duduk saja, ngobrol atau membaca buku. Seperti itulah kehidupan masa kecil waktu itu yang terkesan kejam. Kusadari sekarang, bahwa semua itu ada gunanya. Tidak ada sesal tidak ada kecewa.
 
Selepas mandi, aku berdiri di sebuah kursi kayu. Di pakaikan kemeja putih, celana biru, rompi biru dan topi biru. Tak lupa dipakaikan kaos kaki juga sepatu. Sudah bu, ku cium tangan ibu, pamid sekolah buu... Assalamualaikum.. Dengan tas kecil di punggungku. Cerita saat masih di sekolah Taman kanak-kanak.
 
Sepertinya, setiap anak tetap saja menjadi anak-anak di hadapan orang tuanya. Meski seorang anak tersebut sudah menimang anak cucunya.
 
Kakak perempuanku yang baik. Ketika kita bertemu, kita bercerita tentang kepolosan dan kekonyolan waktu dulu. Seperti saat diriku di anjurkan mengusapkan balsem di kelopak mata agar cepat tidur, sayapun mengerjakannya. Saat di tendang dan tangan kiriku ini masuk dalam sebuah wajan, dimana air gula di wajan  belum lama di angkat dari tungkunya, dan air gula masih dalam keadaan cukup panas. Diriku harus di bawa ke dokter, sepulang dari dokter,beliau menangis dan meminta maaf. Akupun menjawab  "sudah gak apa-apa nanti juga sembuh". Ketika ngobrol cerita ini, kita tertawa lepas. Sebegini mudahnya bahagia itu?
 
Keceriaan itu berangsur pergi, tidak bisa kita jumpai dengan kebebasan waktu seperti dulu. Kita yang terus tumbuh, diberi jarak dengan urusan kehidupan pribadi masing-masing. Bekerja dan berumah tangga. Mungkin di antara anda juga merasakan, saat keceriaan dengan saudara kandung anda, orang-orang terdekat anda harus di beri jarak. Sudah waktunya anda sibuk berkerja, berumah tangga atau aktivitas lain yang tidak membebaskan waktu anda sama persis seperti dulu.
 
Tanpa diminta, waktu akan memisahkan kita dengan orang-orang tersayang, waktu akan mengajari kita tentang banyak hal. Tentang seberapa berartinya kehadiran orang-orang tersayang dalam kehidupan kita. Semua akan sibuk dengan urusan sendiri, bekerja, berumah tangga atau hal lain. Hanya bisa berhubungan melalui telfon atau Short Message Service. Mungkin juga melalui sosial media, dimana untuk berjumpa dan berkumpul sebentar saja sebegitu sulitnya. Bertemu via online, juga menjadi Opsi.
 
Kegembiraan atau kesedihan, dalam setiap perubahan usia, akan menjadi Slide pertunjukan dalam sebuah ingatan yang di sebut Kenangan. 
 
Untuk tetap menjadi utuh, menjaga hubungan baik antara diriku dengan Kakakku, Orang tuaku, Keluargaku, Kerabat dan teman-temanku. Semoga, keberadaanku di dunia tidak membuat kecewa siapa-siapa.

Terimakasih juga untuk teman-teman sosial media yang sudah mendoakan, semoga kebaikan selalu menyertai anda sekalian. Sekalipun belum pernah bertemu, tapi cukup sering ngobrol dalam komentar atau forum/group sosial media dengan keakraban yang cukup baik. Terimakasih...

Sebagai penutup:
Beri aku waktu, agar untuk mengenal arti dari sebuah nama yang ku yakini. Pejamkan matamu, agar tak pernah gentar akan resah yang menjadi teman, di hidup. Ini darah darimu, mengalir di tubuhku. Ini nafas darimu, teman di setiap langkahku.
(aidoaudio)
 
Yogyakarta 21 Agustus 2017

  • view 69