Dia Yang Seksi Dan Menggoda

Wiwid YK
Karya Wiwid YK Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Agustus 2017
Dia Yang Seksi Dan Menggoda

Sosial media menjadi ajang berlenggak-lenggok bagi dirinya. Layaknya catwalk pertunjukkan pentas busana. Semua yang melihat, tergoda dibuatnya. Terpesona dan luluh kepadanya. 
 
Make up indah sedikit bling-bling, membuat dia terlihat sempurna. Ibarat artis kondang yang memiliki sejumlah fans fanatik, setiap yang menjumpainya mengabarkan ke khalayak ramai. Namun tak sedikit dibuat kecewa.
 
Dia bernama Clickbait. Demi sebuah traffik dan page fiews. Membuat judul Bohay, Ibarat Ikan yang diberi umpan lezat (Baca: Judul Boombastis) pasti akan dengan mudah dilahab. Sayangnya hanya membuat kecewa. Ibarat mulut kena pancing sakit, udah gitu bakal di goreng lagi. Isi daripada tautan link umpan (Clickbait) dengan judul Jebreet... Cetaar badai... Mengecewakan, isinya full iklan, kadang berisi artikel ngaco yang gak ada korelasinya dengan judulnya yang megah terpampang nyata.
 
Bukan lagi menjadi rahasia umum bahwa headline di jaman serba jepret upload dikit-dikit upload, kuota mepet juga kudu upload, gak jadi jaminan dengan isi headline. Yang sudah famous dari jaman dinosaurus ketik amin, like & share jika kamu sayang teman-temanmu, jika kamu sayang ibumu, jika beruntung kamu dapet surga adanya buntung apa yang sudah dibagikan kadang membuat pengguna sosial media lain jadi ilfil dan terganggu.
 
Kadang, tautan link yang dibagikan justru sebuah link Pishing, yangmana saat melakukan klik tautan, justru akun sosial media kita membagikan link tautan ke beberapa teman di sosial media atau group sosial media tanpa sepengetahuan kita. Ini kan mengganggu namanya.
 
Wow.. Sebarkanlah... Jangan berhenti di kamu dan segudang kalimat paranoid lainnya memaksa pembaca untuk mengklik sebuah tautan dengan judul boombastis.
 
Dikutip dari Sekoci Hoaxes: Berita utama Clickbait biasanya bertujuan untuk mengeksploitasi "rasa ingin tahu", memberikan informasi seadanya untuk membuat pembaca penasaran, tapi tidak cukup untuk memuaskan rasa ingin tahu pembaca tanpa mengklik konten terkait, belum lagi isi artikel yang bertele-tele hingga dibagi menjadi beberapa halaman. Jurnalisme di era clickbait saat ini seperti belati bermata dua, alih-alih mendapatkan klik sebanyaknya namun integritas jurnalistik tak lagi menjadi prioritas. Bisnis media berita seperti kecanduan clickbait di mana 'klik' berarti uang hingga kehilangan relevansinya (Sekoci Hoaxes)
 
Semoga setiap judul bertanggung jawab kepada isi yang menjadi bagian utama pada dirinya. Semoga setiap pembaca tidak lagi menjadi target Clickbait. Headline Wow... Sebarkanlah... Jangan berhenti dikamu...
 
Tentang dia yang seksi dan menggoda bukan dari golongan pria juga wanita. Hanya tentang judul yang menjebak dan banyak beredar di sosial media semoga menjadi lebih waspada.
 
Yogyakarta 12 Agustus 2017

  • view 37