Sosial Media dan Kolam Lele

Wiwid YK
Karya Wiwid YK Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Agustus 2017
Sosial Media dan Kolam Lele

Memang ada benarnya yang mengatakan bahwa sosial media itu ada mirip-miripnya dengan kolam Lele yang saat dilempar sesuatu, entah pakan atau bukan, segerombolan  Lele akan berkerumun untuk memakannya atau mereka akan meninggalkannya begitu saja. 
 
Yaa begitulah Lele. Tapi Ini tak melulu soal Lele sampai kuliner Pecel Lele yang kenyataanya tidak pernah menggunakan sambel kacang.
 
Ini soal kabar Hoax, Isu tidak jelas, Hate speech (ujaran kebencian), Sara, atau apapun yang di pajang, di gelar di sosial media semua disambar dengan tanggapan sekenanya, semaunya dan seenaknya. Seperti lirik lagu dari Om Iwan Yang penting aku menang aku senang... 
 
Bagaimana menjadikan kolam lele raksasa semacam sosial media menjadi kolam sehat yang setidaknya per 3 bulannya bisa dipanen untuk Pecel lele tanpa sambel kacang? He... He... He...
 
Alangkah baiknya Jangan latah, jangan gampang emosian dan jangan baperan. Yang sudah lupa atau gak mau beretika di dunia maya dan dunia nyata, biarkan saja, jangan di tiru.
 
Yang terjadi, apabila semua yang di lempar di sosial media itu di sambar semaunya dan seenaknya, saat berbenturan dengan yang berbeda, akan terjadi gesekan lempengan yang menyebabkan Gempa emosi, saraf terganggu, ngapslock tanda marah yang di sebabkan adanya perbedaan pilihan pandangan. 
 
Sepertinya semua tak harus sama. Toh memilih berbeda bukan suatu pilihan yang salah bukan? Garis besarnya kalem saja bersosial media dengan gas tipis-tipis. 
 
Terlalu fullgar tulisan saling tuding dan saling sindir. Sosial media ada benarnya yang mengatakan ada mirip-miripnya dengan kolam Lele. Sekali lagi, yang gak pake sambel kacang itu namanya pecel lele.
 
Yogyakarta 12 Agustus 2017

  • view 68